aka / photos / post / rock

AKA Rock Cengeng Nan Abadi

Piringan hitamku pernah mutar lagu bagus. Melankolis memang, tapi itu lagu punya makna dalam untuk seniman bermasa depan suram. Judul lagu itu "Jeritan Seniman" milik AKA yang ada Ucok Harahap ‘Kribo’ itu. Lagu itu, bisa dibilang cukup cengeng. Lirik dan musiknya ‘Ngeblus'(sedih, tapi bukan lagu yang menyedihkan secara kualitas). AKA memang band aliran cadas Indonesia zaman retro dulu. Uniknya, lagu-lagu mereka yang kata orang ‘cengeng’ kerap direquest di radio-radio yang memutar lagu-lagu lama, atau yang memiliki acara yang menyajikan lagu-lagu zaman dulu–alias Jadul. Sebenarnya, sebagai band cadas memang diakui dengan aksi panggungnya yang cukup sangar zaman dulu, mungkin belum ada yang meniru kegarangan AKA diatas panggung.

AKA kependekan dari Apotik Kali Asin–apotik milik keluarga Ucok Harahap di Surabaya. Ucok Harahap, rocker kribo yang sekarang menyepi di kaki sebuah gunung di Jawa Timur, itu tidak lain otak dari AKA. Dia vokalis dalam band yang juga memainkan organ. personil AKA yang lain adalah Arthur Anez Kaunang–ayah dari Tessa Kaunang yang selebritis itu. Basis kidal itu lulusan sastra Inggris di sebuah PTN di Surabaya zaman dulu. Personil lain adalah Sunata Tanjung yang memainkan gitar untuk AKA–yang cukup diakui kualitas permainan gitarnya. Syech Abidin bertugas memainkan drum.

Band ini mengikuti perkembangan rock dunia. Awalnya mereka kerap memainkan lagu-lagu Jimi Hendrix. AKA seperti band rock lain juga menikmati zaman kebebasan musik rock di Indonesia. Mereka tidak mengalami apa yang dialami Koes Bersaudara yang dibui oleh rezim penguasa orde lama.

Lagu-lagu AKA umumnya keras. Apalagi yang berbahasa Inggris. Mereka juga memiliki lagu yang bisa dibilang komersil karena diminati masyarakat umum, yang mungkin saja tidak suka musik rock. Lagu "Badai Bulan Desember", "Seniman dan Biola" atau "Jeritan Seniman" masih suka di request orang-orang yang pernah muda di dekade 1970an. Dua lagu tadi bisa dibilang lagu cengeng. Seperti umumnya lagu sekitar dekade 1970an, lagu AKA tadi, diiringi sound dari organ Hammond. Iringan itu, walau terkesan ‘jadul’ bahkan kuno oleh anak zaman sekarang, lagu tadi menjadi semakin kuat karakternya. Walau tidak sepopuler "Whiter Shade of Pale" milik Procol Harum yang sepertinya irama lagu itu nyontek dari "Air in G String"-nya Johan Sebastian Bach. Sound Organ Hammond mungkin tidak saja dipakai oleh AKA, tapi juga band lain. Bagaimanapun sound itu seperti air abadi untuk band-band zaman dulu, termasuk "Badai Bulan Desember", Seniman Dan Biola" dan "Jeritan Seniman" milik AKA.

Tulisan Mas Indra YS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s