leo kristi / photos / post

Leo Kristi : Kegelisahan Seorang Troubador Bohemian

Leo Kristi : Kegelisahan Seorang Troubador Bohemian

Kalau ada musisi yang disebut " musisi jalan-jalan " (troubador ) dalam arti sesungguhnya, Nama Leo Imam Soekarno pastilah menjadi nama yang bakal selalu disebut. dieknal dengan nama Leo Kristi

pria kelahiran Surabaya 8 agustus 1949 ini benar-benar menikmati kariernya di jalanan. Hari ini

di Jawa,besok sudah di Sumatera, lusa mungkin sedang main gitar di Sulawesi

Padahal, rekan-rekan seperti Gombloh [ alm ] atau Franky sahilatua ( akhirnya ) memilih untuk ‘mendarat’ disuatu tempat, meski secara karya, rekan-rekannya tetap bersuara lantang tentang alam, cinta atau sosial

Pernah Bergabung dalam satu band bernama Lemon Trees bareng Gombloh dan Franky, Leo merasa menemukan ‘pengembaraan ‘ musikalnya lewat perjalanan panjang menjelajah nusantara.

Yang jelas, musik adalah dunia yang dikenalnya sejak kecil. Leo kecil menyimak setiap irama yang dimainkan tiap subuh oleh ayahnya, Raden Ngabehi Imam Soebiantoro, pensiunan pegawai negeri,kebetulan pemain musik.

Menurut Leo, setiap pagi dirinya mendengar musik lembut dari kamar ayahnya. " Indah sekali " kenangnya. Anak kedua dari empat bersaudara ini sejak SD aktif dalam kegiatan menyanyi di gereja, bagian dari kegiatan sekolahnya yang Kristen.

padahal dia sendiri Islam. Leo waktu itu bersekolah di SD Kristen Suranaya ( 1961). Soal ini Leo punya pendapat yang menarik " Saya menerima musik sebagai sahabat,menyambut nyanyian sebagai kecintaan "

Di SMP ia mendapat sebuah gitar dari ayahnya. Lalu dia masuk kursus Tony Kardjik, Direktur Sekolah Musik Rakyat di Surabaya. Untuk menyanyi ia belajar pada Nuri Hidayat dan John Topan. " Itulah sekolah formal saya di bidang musik " tuturnya.

Leo juga pernah kursus gitar pada Poei Sing Gwan dan Oei Siok Gwan. Dua orang gitaris yang diakuinya cukup memberikan pengaruh musikal

Di SMA I Surabaya, ia tidak lepas dari kewajiban bernbaris dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dibawah Tugu Pahlawan– atas ketentuan kepala sekolah yang patriotismenya menggebu-gebu. " Tiap minggu bisa tiga sampai empat kali " tutu Leo

leo Kristi dikalangan wartawan adalah musisi yang ‘sangat sulit’ dicari. Tapi bisa tiba2 nongol dan menggelar konser. Sebelum dikenal sebagai musisi, pria yang logat jawatimurannya amsih sangat kental ini pernah menjadi penjual buku Groliers American Books dan karyawan pabrik cat Texmura.

Jangan salah, Leo juga pernah menjadi penyanyi di restoran China Oriental dan Chez Rose ( 1974-1975) dan menyanyi di LIA dan Goethe Institute

Musik Leo, yang alhir atas bana group Konser Rakyat Leo Kristi- semula bersama Naniel,Mung dan penyanyi tatiek dan Yayuk– lantas mengubah baarisan dengan anggota Ote, Komang, Cok Bagus, dan penyanyi kakak beradik Yana dan Nana van Derkley, selain Mung yang masih tetap –menyenandungkan balada,semangan cinta bangsa, dan kisah-kisah rakyat.

Lebih banyak dalam irama folk,country dan didukung dengan lirik-lirik yang puitis " Ibulah sumber magnet,yang menggebrak saya dalam kesungguhan. Suatu hari beliau berkata, jadilah musikus yang patriotik " kata leo. Hampir tak pernah absen dalam beberapa kali pementasan memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus di TIM Jakarta, group Leo juga menelurkan beberapa album. Diantaranya :

Nyanyian Fajar ( 1975 )

Nyanyian malam ( 1976)

Nyanyian Tanah Merdeka ( 1977)

Nyanyian Cinta ( 1978)

Lintasan Hijau Hitam dan Potret Kecil Citra Negriku ( 1984)

Biru emas Bintang Tani ( 1985)

Catur Paramita ( 1993 )

Bagi group Leo, rekaman konon lebih merupakan paket dokumentasi perkembangan musik mereka.

Jangan tanya mengapa kini mereka jarang menelorkan album, karena Leo masih menolah dsebut mandek. Oleh penggemarnya Leo dianggap terlalu sibuk dengan gaya bohemiannya. memang Leo sudah jarang menelorkan karya-karya apik seperti Ana rebana,di Sepanjang Rel-Rel dan Kiara Condong

Terakhir ditemui Leo Kristi mengaku memiliki beberapa lagu baru hasil pengembaraannya ke tanah Gorontalo Sulawesi." Ada Yang judulnya Hulontalo Blues dab Balada siska dan Windy,tetapi belum selesai sepenuhnya" tutur lelaki yang juga pelukis itu.

Padahal, kalau mau enak, Leo Kristi seharusnya bisa. Tapi pilihannya memang ‘unik ‘ dan sulit dimengerti. seunik musiknya dengan gaya menyanyi penuh semangat diiringi perpaduan irama alat musik modern serta tradisional yang menghentak menjadi ciri khasnya.

Memang rada absurd kalau mencari relasi antara kesukaan mengembara & menolak kemapanan ) dengan produktivitas yang rendah.

Karena keduanya sedungguhnya tidaklah berhubungan langsung. mengembara adalah " pekerjaan " lain dari produktivitas. Cuma saja seharusnya pengembaraan berarti memperkaya pengalaman dan kemudian memperbanyak karya.

Pada Leo relasi semacam ini seperti tidak berlaku. Ia mengembara bukan untuk menggelar konser nantinya. Oleh karena itu pula, ia merasa tidak perlu mempersiapkan karya. Toh lagu2 yang ia rekam sendiri saja samapi kini tidak menemukan produser.

" Selalu tidak cocok soal harga " kata Leo memberi alasan. Kita tahu itu alasan semata,karena pada suatu saat sebuah lembaga menawarinya ‘bekerja’ untuk melahirkan album, tetapi Leo malah tidak nongol.

Leo Kristi pun merasa perlu menikah. alah kini ia menjadi ayah 2 anak. Tapi style bohemiannya itu tetap tidak berubah. Media selalu ‘kesulitan’ mengorek tentang kehidupan pribadinya. Yang

tampak benderang adalah bahwa Leo Kristi juga adalah seorang ‘bintang film ‘ yg cukup andal. Dia didapuk oleh Tantowi Yahya sebagai Bung Tomo yang meledak-ledak ( dan herannya cocok ) dalam film Soerabaia’45

Paling tidak, Leo Kristi kini menjadi sebuah ‘jembatan ‘ diantara dua dunia yang sering dianggap berseberangan. Dunia komersial ( berbanding lurus dengan kapitalisme ) dan dunia idealisme. Leo memilih ideal dengan jalan yang dipilihnya

diambil dari tembang.com













7 thoughts on “Leo Kristi : Kegelisahan Seorang Troubador Bohemian

  1. Mau Pesan CD MP3 Konser Rakyat LEO KRISTI
    >
    > Berisikan komplit 83 lagu dari 8 album karya Leo Imam Soekarno
    >
    > Transfer Rp. 50.000,-./CD (sudah termasuk ongkos kirim dalam
    negeri)
    > Ke Bank BCA Acc.no 0371913474
    >
    > SMS kan alamat lengkap anda ke
    > 085691443260 (Harun)
    >
    > Kiriman paket akan Anda terima selambatnya 7 (tujuh) hari setelah
    > transfer dan
    > Sms’kan alamat lengkap Anda.
    >
    > ++++++++++++++++++++++++++++++
    >
    > INDEKS LAGU LEO KRISTI CD MP3
    >
    >
    > Nyanyian Fajar (1975)
    > 1. Lengganglenggung badai lautku
    > 2. Nyanyian Maria
    > 3. Dideretan rel-rel
    > 4. Beludru sutera dusunku
    > 5. O Danae
    > 6. Oh Surabaya
    > 7. Bencana Tanah Negara
    > 8. Nyanyian Fajar
    > 9. Di atas Sukapura 1
    > 10. Nyanyian musim
    > 11. Fajar sampai fajar
    > 12. Sendiri
    > 13. Katia, Amanda dan Aku
    >
    >
    > Nyanyian Malam (1976)
    > 1. Nyanyian Malam
    > 2. Jerami
    > 3. Laut Lepas Kita Pergi
    > 4. Nyanyian Pantai
    > 5. S A S L Solus Aegroti Suprema Lexest
    > 6. Diatas Sukapura 2
    > 7. Kereta Laju
    > 8. Jabat Tangan Erat-erat Saudaraku
    > 9. Langit Makin Merah Hitam
    > 10. Memorial Sudirman
    > 11. Tanah Merah in Memoriam
    > 12. Hati Muda Ley ley
    > 13. Surabaya
    > 14. Roda Pedati
    >
    >
    > Nyanyian Tanah Merdeka (1977)
    >
    > 1. Gulagalugu Suara Nelayan
    > 2. Hitam Putih
    > 3. Pohon Tua Ranting Kering
    > 4. Kereta Laju
    > 5. Kaki Langit Cintaku Berlabuh
    > 6. Salam Dari Desa
    > 7. Nyanyian Tanah Merdeka
    > 8. Diatas Bukit Utara Selaksa Bunga Rumput Goyang Bersama
    > 9. Silhouette Kathedral Tua
    > 10. Tepi Surabaya
    > 11. Lewat Kiara Condong
    > 12. Timor Timur
    >
    >
    > Nyanyian Cinta (1978)
    > 1. Anna Rebana
    > 2. Baptis Theresia
    > 3. Umi Muda Serambi Tua
    > 4. Layar Asmara
    > 5. Siti Komariah Ikal Mayang
    > 6. Dimas Kajat Zulaika
    > 7. Mutiara Pertiwi
    > 8. Serenada Pagi 1971
    > 9. Pojok Cafe Simpang Lima
    > 10. Seikat Mawar Eliza
    > 11. Marga, Souvenir Pojok Somba-Opu
    >
    >
    > Nyanyian Tambur Jalan (1980)
    > 1. Sayur Asam Kacang Panjang
    > 2. Dirgahayu Indonesia Raya
    > 3. Nyanyian Tambur Jalan Komedi Badut Pasar Malam
    > 4. Nyanyian Kaum Pemukiman
    > 5. Bulan Separuh Bayang
    > 6. Allayaya Panji Panji Datang dan Pergi
    > 7. Bedil Sepuluh Dua Jelang Empat Puluh Tahun Merdeka
    > 8. Hitam Putih Malam Malam Kerinduan Swami Beserta Hormat dan
    > Cintaku Kepada Ibu Bapak di Desa Pelukis yang Petani Indonesia
    > 9. Sudut Jalan, Surabaya 1979
    > 10. Bra Bra Desember (new arrangement)
    > 11. Catatan Jalan, Surabaya
    >
    >
    > Diapenta Anak Merdeka (1982)
    > 1. Nafas Anak Merdeka
    > 2. Tembang Diahati
    > 3. Kata Hati Nikah
    > 4. Sanur Selat Kesiman Kuta P.P.
    > 5. Seikat Merah Putih
    > 6. Nikah Lari Kertagosa
    > 7. Halte Remaja
    > 8. Bintang Pelangi
    > 9. Bra Bra Desember
    > 10. Dayu Jiwa
    >
    >
    > Lintasan Hijau Hitam (1985)
    > 1. Minna Minkum
    > 2. Sayang Di Sayang Oh Jakrta
    > 3. Rumput Raya Kemesraan
    > 4. Surabaya Bernyayi
    > 5. Pohon Kemesraan
    > 6. Tanah Basah Hujan Pertama
    > 7. Synagogue-Synagogue
    > 8. Walsa Aria
    > 9. Nippun Banzai Nipong
    > 10. Improvisasi Sebelas
    >
    >
    > CATUR PARAMITA (1993)
    > 1. Catur Paramita
    > 2. Merah, Hitam, Putih, Hyang

    Hmm..menyedihkan!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s