info musik / journal / post

Berkhianatkah,Balawan ?





Semalam selasa 24 Februari 2009 gitaris exatraordinary asal Bali I Wayan Balawan menggelar konser kecil di Black Cat Jazz Supper Club,Arcadia Building,yang terletak tepat dibelakang Plaza Senayan.Pertunjukan nya tak seserius saat menggelar konser bersama kelompok yang dibentuknya Batuan Ethnic Fusion.Balawan yang didukung Dion Soebiyakto (drums),Didiet (biola),Ketut Tarmadi (bass) dan Eko Wicaksono (piano,synthesizers ) serta bintang tamu Netta KD,memang tampil lebih cair.Friendly, hangat dan segar.Tampaknya Balawan sengaja memenggal jarak dengan penonton yang diantaranya terdapat Peter F Gontha,Arifin Panigoro,Irma Hutabarat dan banyak pesohor lainnya.




Ditemanai gitar Ibanez yang direbahkan diatas stand serta gitar double neck Stephallen Special Costum Balawan dengan santai menelusuri dawai dawai gitarnya.Balawan melakukan touck guitar yang menawan.Tak jarang senar gitar diketuknya dalam teknik hammer on.Terkadang tangan kanannya melakukan tapping sementara tangan kiri melakukan posisi hammer on.Secara simultan Balawan mampu membelah konsentrasinya antara memainkan melodi dan melakukan riffing.


Dengan kemampuannya berkomunikasi menjadikan setiap pasang mata tak henti terarah ke sosoknya.Dia terkadang melucu.Polos dan humble.Balawan terampil memikat penonton tanpa harus berlaku lajak.


Balawan sendiri toh sebetulnya tanpa disadari penonton banyak menghadirkan


gimmick dalam tata aransemen musiknya.Dengan lentur,Balawan berlenggang dari satu genre ke genre lainnya.Bahkan dengan kejahilannya, Balawan sengaja menabrakannya dalam komposisi yang terasa kian eklektik.


Lihatlah misalnya komposisi klasik “Turkish March� karya Ludwig von Beethoven yang ditulis pada tahun 1811 dibawakan dengan gaya rock yang dinamis. Ini mengingatkan saya pada gitaris Steve Morse yang melakukan gimmick seperti Balawan saat mendukung konser Deep Purple.


Lagu dari tahun 1956 “Just A Gigolo/Ain’t Nobody: nya Louis Prima justeru dibawakann dengan groove reggae .Balawan bahkan mengubah tatanan arransemen “Roxanneâ€? nya The Police dalam ragam blues.


Balawan memang menjadi menarik karena – seperti biasa – didukung mitra bermain yang mumpuni.Ada Dion Soebiyakto (drums),Didiet (biola),Eko (piano) dan Tarmadi (bass).Balawan tampak membagi porsi bermain dengan mitra bermainnya.Walaupun sesekali Balawan dengan gitar Stephanale nya mencoba meniru suara Hammond B3 yang membayangi permainan keyboard Eko.




Malam itu Balawan memang banyak mengedepankan lagu-lagu yang termaktub pada album solo ketiganya “See You Soon� yang dirilis Universal Music Indonesia.


Misalnya dalam “Morning Alarm�,Balaswan sengaja mengemasnya dalam busana musik ala Bluegrass.Notasi dimainkan dengan rapat dan cepat.Imbuhan pola drumming yang dinamik menjadikan lagu ini seolah ingin membangunkan orang yang tengah pulas tidur di pagi hari..


Beberapa komposisi ballad pun menyeruak diantaranya adalah “Like Someone In Love� karya Jimmy Van Heussen/Johhny Burke yang dipopulerkan diva jazz Ella Fitzgerald di tahun 1957 .Dengan suara yang tipis dan renyah,Balawan toh tetap confident menyanyikan lagu standar ini.Termasuk ketika Balawan menyenandungkan lagu “The Way You Look Tonight� karya Jerome Kern dan Dorothy Fields, yang dinyanyikan pertamakali oleh Fred Astaire,sebuah lagu yang selalu menjadi lagu wajib dalam resepsi pernikahan.Lagu ballad ini berasal dari soundtrack film “Swing Time� dan berhasil menyabet Oscar untuk kategori “Best Original Song� dalam Academy Award tahun 1936.




Pertunjukan Balawan memang sangat menghibur.Tak perlu mengernyitkan dahi.Anasir gamelan Bali bahkan tak tampak sama sekali di panggung.Namun tiruan bunyi gamelan menyeruak justeru pada coda lagu “Jayaprana� yang dinyanyikan Netta KD.Lagu ini diambil dari album solo perdana Balawan “Globalism� yang dirilis Chico & Ira Production.Dari album ini pula Balawan menampilkan juga komposisi bertajuk absurd “Mie Goreng� dengan ritme samba yang kental.


Tak lupa Balawan menghadirkan lagu karya Dewiq “Asal Kau Mau� yang menjadi andalan album solo terbarunya itu.Lagu ini dikemas dalam gaya pop country yang ringan dan renyah.





Tak sedikit yang mencerca Balawan ketika lagu ini dinyanyikannya dalam album solo terbarunya itu.Ada yang menyebut Balawan pengkhianat. Sebuah tudingan yang jelas salah kaprah dan konyol.Mengkhianati apa ? Apakah ada terminologi pengkhiantan dalam musik.


Disaat membuka konsernya semalam Balawan menyemburatkan kalimat apologi.â€?I’m not jazz player.Tapi sebut musik saya Jazzb for funâ€?.Sebetulnya Balawan tak perlu merendah seperti itu.Diparuh era 70-an George Benson pun sempat dicerca karena mencoba bernyanyi dalam album “Breezin’â€? terutama pada lagu “This Masquaradeâ€? yang akhirnya justeru meraih Grammy Awards.


Deretan cemoohan itu pun kian panjang manakala Stanley Clarke,Marcus Miller hingga Omar Hakim yang terlanjur dikenala sebagai instrumentalis jazz tangguh memutusjkan untuk tampil sebagai penyanyi dengan komposisi yang poppish.Persis seperti yang dilakukan Balawan.Berkhianatk ah mereka ?.Jauh sebelum Balawan,Indra Lesmana pun terkena semprot diberbagai media cetak saat mencoba untuk menyanyikan lagu-lagunya dalam album “Nostalgia� (1984).


Ah…..musiknya seharusnya tak mesti dikotak kotakkan.Mainkan dan nikmati saja.




Denny Sakrie

diambil dari milis jaz kemayoran

6 thoughts on “Berkhianatkah,Balawan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s