ernie djohan / photos / post

Ernie Djohan, Si Mutiara yang Jumpa Lagi

Ernie Djohan Si “Mutiara yang Hilangâ€? kini jumpa lagi. Setelah sukses dalam "Ernie Djohan’s Golden Concert" di Gedung Kesenian Jakarta, tahun 2001 lalu, ia makin sering jumpa lagi dengan para penggemarnya, terutama dalam acara sosial, seperti peduli jantung. Ia seorang penyanyi kenangan yang tetap enerjik di usia kepala lima. Dan, tak banyak orang tahu, ia pintar memijat. Pijat getar yang disebut reiki-olah tenaga prana.

Teluk Bayur, membuka acara "Ernie Djohan’s Golden Concert" di Gedung Kesenian Jakarta, Senin (9/4/01) malam. Setelah itu, ia melantunkan beberapa lagunya, di antaranya, “Mutiara yang Hilangâ€?. Lagu ini dilantunkan berduet dengan Yuni Shara. Lama sudah aku mencari – ketenangan di dalam diri – atau tempat pautan hati – salahku sendiri — dikaulah mutiara yang lama kucari – sekarang berjumpa – mutiara yang hilang hanyalah kiasan – tapi dikau orangnya — kini aku telah bertemu – dia yang tlah lama kucari – mutiara yang hilang dulu – jumpa lagi …

Begitulah syair “mutiara yang Hilangâ€? ciptaan Yessy Wenas yang hits tahun 70-an dengan suara emas Ernie Djohan. Suaranya khas. Sangat pas untuk setiap lagu yang dinyanyikannya. Sehingga sangat sulit orang melupakan namanya. Hampir semua lagu-lagunya tak bosan untuk didengar para penggemarnya.

Maka tak heran jika para penggemarnya tumpah ruah pada acara "Ernie Djohan’s Golden Concert" tersebut yang digelar untuk merayakan ulang tahun ke-50 Ernie Djohan pada tanggal 6 April 2001 lalu. Sekaligus merayakan 39 tahun perjalanan karier Ernie Djohan di dunia tarik suara. Konser itu disuguhkan Shanna Daniela (24), putrinya, sebagai hadiah ulang tahun untuknya.

Pergelaran diawali dengan penyajian gambar-gambar video pada layar lebar, di mana rekan-rekan dekat Ernie, seperti Henny Purwonegoro, pelawak Ateng, dan Lilis Suryani memaparkan kesan mereka tentang pribadi Ernie Djohan yang mereka kenal. Kemudian tampil Ebet Kadarusman yang mengawal keseluruhan acara.

Penyanyi cilik Tasya diiringi Dian Orchestra, juga tampil lincah membawakan lagu Burung Glatik. Sebuah lagu yang dinyanyikan Ernie ketika pertama kali rekaman di Tanah Air pada tahun 1964. Kemudian, serangkaian lagu-lagu nostalgia dilantunkan oleh Ernie Djohan. Semua lagu lama disambut applaus penonton.

Senja di Batas Kota, Jangan Biarkan Kusendiri, Teluk Bayur, Mutiara yang Hilang, adalah nomor-nomor hits yang tersaji dengan manis lewat vokal Ernie Djohan yang tetap prima hingga saat ini.

Ernie Djohan yang lahir dalam keluarga diplomat M Djohan Bakhaharudin pernah bermukim di Den Haag, Belanda, dan Singapura. Pada usia 11 tahun ia sudah bernyanyi untuk Radio Singapore’s Talentime (1962) dan masuk 10 besar. Pada tahun itu juga, ia menjadi juara pertama All Singapore’s School Talentime. Kemudian, ia memulai rekaman pertamanya di Singapura pada tahun itu di bawah bendera Philipps Recording Company.

Ernie memiliki "album emas" yang antara lain berisi lagu-lagu indah semacam "Teluk Bayur, Senja di Batas Kota, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang, Kenangan Manis Pasti Berlalu, Berikan Daku Jawaban, Semau Gue", dan lain-lain

Tak hanya menyanyi, Ernie juga sempat bermain film, antara lain Belaian Kasih, Tiga Sekawan, Ateng Kaya Mendadak, Si Mamad, Atheis, Ateng Sok Tahu, Sebelum Usia 17 Tahun, Honey Money and Jakarta Fair, dan Si Doel Anak Modern.

Lagu "Mutiara yang Hilang" juga dilantunkan Ernie Djohan, dalam "Tembang Masa Silam" di Hotel Graha Santika, Semarang, Mei 2001 lalu. Ia masih tampak cantik meski usianya sudah memasuki kepala lima. Malam itu, ia diiringi Bud ‘N Friends Band. Wanita murah senyum itu ternyata cukup kuat untuk menyanyikan tak kurang dari sepuluh lagu. Suaranya masih stabil pada nomor-nomor terakhir.

Dalam acara ini, saat menyanyikan "Mutiara yang Hilang", Ernie ditemani Iwan Setiawan pada posisi lead guitar. Pria yang satu ini tidak lain adalah musisi kawakan dari Semarang yang sering tampil di bar-bar hotel berbintang, seperti Grass Bar Graha Santika dan Bar Cokrokembang Patra Jasa.

Tampaknya, Ernie Djohan sadar betul bahwa interaksi yang baik dengan penonton merupakan kunci keberhasilan dalam setiap pentas seni apapun, termasuk menyanyi. Untuk itulah, dia berusaha berkomunikasi dengan audience pada setiap jeda lagu.

Kemudian, Ernie Djohan kembali tampil dalam "Malam Dana Peduli Kasih Yayasan Jantung Jawa Tengah", Minggu, 27 Januari 2002 di Ruang Poncowati Hotel Patra Jasa, Semarang, mulai pukul 18.30 sampai dengan 22.00. Perempuan yang telah menapak karier selama 40 tahun itu, menyanggupi tampil all out dalam pentas untuk membantu para penderita penyakit jantung, terutama anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Jawa Tengah Drs Sutrisna mengatakan pihaknya membutuhkan dana kurang lebih Rp 100 juta-125 juta. Dalam malam dana itu, penyelenggara mengundang berbagai pihak yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan masalah kesehatan jantung. Paling tidak mereka melibatkan para dokter, produsen obat-obatan, produsen makanan suplemen, penjual obat-obatan atau farmasi, klub-klub olahraga, dan pejabat pemerintah. Ernie didaulat untuk mengumandangkan suara emasnya dalam acara itu. Dan, publik Semarang tentu puas setelah jumpa lagi dengan Ernie.

Belakangan ini Ernie masih banyak mendapat job. Ia memang bisa menyanyikan banyak warna musik, misalnya pop, keroncong, jazz. Uniknya ia pernah ditawari menyanyi jenis ska. Tapi yang satu ini tentu saja ditolaknya. “Itu, kan, musik anak muda yang tak lagi sesuai dengan saya," lanjut Ernie yang sering menyanyi bersama anaknya, Shanna Daniela, yang penari. Ibu dan anak ini pernah tampil bersama di Eropa dan Amerika dalam rangka misi kebudayaan.

Belakangan Ernie mempunyai kelebihan yang disebutnya pijat getar. Tentu, belum banyak yang tahu tentang hal ini. Ia memang mempraktekkannya masih sebatas pada teman dan keluarga dekat. Ia mulai tertarik belajar memijat beberapa tahun lalu. Awalnya, Ernie yang sedang sakit sering dipijat. Selanjutnya Ernie belajar pada seorang pemijat yang mahir. Sampai akhirnya ia merasa yakin bisa mempraktekkannya.

Apakah pijatan Ernie ternyata manjur? Simak saja pengalaman seorang temannya ini. Suatu ketika dalam sebuah perjalanan, temannya sakit. Tampaknya sudah mau pingsan. Lalu, Ernie memijat sekitar 15 menit. Eh, ternyata temannya sembuh. Ernie bilang banyak penyakit bisa disembuhkan lewat pijat getar. Sebuah teknik pijat melancarkan peredaran darah.

Kini bila ada kerabat sakit, Ernie segera turun tangan. "Tapi kalau penyakitnya berat, tentu saya bawa ke dokter," ujar Ernie yang senang mempelajari bidang kesehatan. Saking senangnya, Ernie sampai memiliki peralatan kedokteran lengkap seperti yang dimiliki dokter. Itu sebabnya, "Teman-teman sering menjuluki saya dokter gadungan. Habis, semua peralatan tadi enggak saya pakai, kok," ungkap Ernie sembari tersenyum kepada Tabloid Nova.

Nama:

Ernie Djohan

Lahir:

6 April 1951

Ayah:

M Djohan Bakhaharudin

Prestasi:

Sepuluh besar Radio Singapore’s Talentime (1962.

Juara pertama All Singapore’s School Talentime

Rekaman pertama:

Singapura (1962) di Philipps Recording Company.

Lagu Hits:

Teluk Bayur, Senja di Batas Kota, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang, Kenangan Manis Pasti Berlalu, Berikan Daku Jawaban, Semau Gue, dll.

Film:

Belaian Kasih, Tiga Sekawan, Ateng Kaya Mendadak, Si Mamad, Atheis, Ateng Sok Tahu, Sebelum Usia 17 Tahun, Honey Money and Jakarta Fair, dan Si Doel Anak Modern.

Belum lama ini, melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. "Sungguh tidak enak melakukan perjalanan ke luar negeri setelah peristiwa bom Bali," katanya. Hanya saja, dia kaget sendiri karena di airport internasional yang terkenal ketat, Lax di Los Angeles, ia tak diperiksa macam-macam. Dari Los Angeles, ia menentukan memakai perjalanan darat ke tujuan berikut, yakni San Francisco, menghadiri acara pernikahan keponakannya.

*** Tokoh Indonesia, dari berbagai sumber.

Kisah yang lain bisa dibaca

disini




24 thoughts on “Ernie Djohan, Si Mutiara yang Jumpa Lagi

  1. moego said: nek aku kan isih enom, dadi yo ra ngerti lagu2 ngene ikiaku ngertine 90 an, kuwi we akhir

    kok maido
    mbok didelok lesung pipitku mirip afgan ora???

  2. aldiwirya said: gyeh… aja pada penjorangan maring wong tuwa ya… enak bae derep… mboke inyong senenge bruwun gendhot !! hahahaha

    rika jam semene dening uwis ngempi
    mbok kiye jame rika ngode, ya mbok?
    gewingi inyong weruh kae lah simboke rika golet kracak maring Bobosan

  3. aldiwirya said: gyeh… aja pada penjorangan maring wong tuwa ya… enak bae derep… mboke inyong senenge bruwun gendhot !! hahahaha

    nganti nangis aku maca komen mas Aldy….aku dadi kemutan Almarhum ibuku….., ibuku rak asale yo Purwokerto…biyen jaman cilik yen aku pethakilan, ibu mesthi dukani aku kanthi ukara , " Aja Penjorangan kowe yo le !! "

  4. aldiwirya said: bruwun gendhot !!

    mbak, nek tak sawang judule
    aku ra percoyo nek kowe muni Ora Mudeng Lagu Lagu 70an
    lah judule ngono kuwi rak artine ketok banget nek memahami lirik lagu kuwi to

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s