pattie bersaudara / photos / post

Dua Pattie Membuai

Pattie bersaudara yang muncul sejak 1962 masih tetap menyanyi. nyanyiannya memberi warna kemesraan, bisa didengarkan segala umur. album pattie disiapkan oleh pengusaha, karenanya tak pernah padu.

DISAMPING Tiga Dara Sitompul dan Yanti Bersaudara yang dapat

menyanyi dengan padu, Pattie Bersaudara merupakan duet yang

pantas sekali diketengah kan. Bila Sitompul bersaudari

menyumbang improvisasi-improvisasi yang tak terduga, dan bila

Yanti menyanyi dengan keharuan yang terpuji, dua Pattie ini

memberi warna kemesraan. Mereka muncul dalam kamar setiap orang

dengan lagu-lagu yang sederhana – soal cinta maupun sekedar

permainan kata. Teknik duet mereka boleh dikatakan paling rapi

diantara duet yang pernah muncul dalam peti musik pop pribumi.

Musiknya bisa didengarkan segala macam umur, segala macam

lapisan. Kemungkinan indah yang paling banyak membantu, sehingga

kedua saudari berdarah Maluku ini bisa bertahan sampai sekarang.

Tentu tak boleh dilupakan. kenyataan bahwa sampai sekian lama

tak ada saingan yang pantas menggeser mereka, merupakan sebab

juga, mengapa mereka masih saja berhasil mengumpulkan-

pendengar. Tak salah juga orang-orang yang cekatan untuk menarik

garis jajar antara pribumi dan manca negara, segera memberikan

julukan kedua penyanyi ini sebagai Skeeter Davis Pribumi.

Stabil.

Tak ada perkembangan yang mendadak pada musik mereka.

Baik sesudah mereka digiring Panca Nada dengan liku-liku girat

Enteng Tanamal yang kaya, atau sesudah sampai di tangan empat

Nada. Mereka telah menyanyi dcngan rindu, sayang dan nada yang

membuai. Bagian-bagian solo telah di tarik bergantian dengan

khas, sehingga musik mereka seperti bertutur. Dari Seminggu di

Jakarta kemudian Dondong Apa Salak lalu kuda Putih dan

akhir-akhir ini Nusa Dua, mereka mempertahankan gaya yang

tenang. Kadangkala ada juga dicoba menyanyikan lagu

tergopoh-gopoh seperti lala- Bala atau Pesta Meriah nan terasa

juga bahwa mereka tidak sama sekali membuang kesempaan untuk

menonjolkan bagian yang mesra. Ciri yang menjadi merek dan

kemudian menimbulkan penilaian bahwa mereka stabil ini,

merupakan faktor pula kenapa mereka bisa bertahan. Ternyata,

dalam kekacauan garis yang ada dalam kehidupan musik pribumi

kini, ada yang tidak bergerak dan tetap- yakni kegemaran akan

lagu-lagu kamar.

Pattie Bersaudara muncul sekitar 1961. Banyak yang masih ingat

rekamannya yang pertama bersama band Zaenal Cozbo. Zainal Ari

finlah orang pertama yang menawarkan PatticeBerdua untuk merekam

suara, setelah ia mendengar sendiri Nina dan Selvy –nama kedua

mereka — menyanyi di airport Kemayoran. Diantar oleh Zaenal

Combo, di telorkanlah piringan mereka yang pertama bernama:

"Darmawisata". Sesudah berjalan sepuluh tahun, Nina yang lahir 8

tahun yang laiu di Yogya, bersama Silvy yang lebih muda tiga

tahun, menghasilkan hampir seratus lagu. Sejauh itu dari kedua

mereka tidak terdengar pernyataan untuk mengundurkan diri dari

karier. Padahal banyak yang meramal mereka akan pecah atau

berhenti, bila masing-masing telah berkeluarga. Kini keduanya

masing-masing telah terikat suami dan anak. Silvy memliiki tiga

orang anak sedang Nina, dua. Namun mereka tetap juga menyanyi

bersama. "Selama masyarakat membutuhkan kami, kami akan tetap

menyanyi bersama". kata Nina kepada TEMPO. Selama Selvy masih

menyanyi, mengapa harus dibiarkan sendirian!", tambah Nina pula.

Pernyataan ini cukup sebagai bukti bahwa setelah menyanyi selama

sepuluh tahun, mereka merasa sudah luluh dan menjadi satu.

kesadaran ini, jelas pula tergambar dalam usaha mereka

menyanyikan lagu-lagu. Kesempatan-kesempatan untuk menonjolkan

suara solo. sedapat mungkin dihindari.

Mati untuk seni.

Nina merasa mempunyai rakyat pendengar, sekitar

tahun 1963: "Waktu itu masyarakat belum kritis. Kami asal nyanyi

saja", katanya mengenang peristiwa itu. "Waktu itu masyarakat

menerima saja. Sekarang kami tidak bisa lagi seperti dahulu.

Kami perlu meningkatkan diri", katanya pula. Dan kesempatan

meningkatkan diri mereka dapatkan juga, meskipun mereka

terbantai dalam kesibukan mengurus anak. Pertama, karena mereka

tidak pernah pusing untuk mencipta lagu-lagu yang akan mereka

nyanyikan. "Habis bukan bidang kita", kata Nina. Mereka cukup

bergandengan ke studio, menggabungkan suara dengan rekaman musik

yang sudah siap. Pengusaha piringan hitam sudah paham selera dan

kemampuan Pattie, dan merekalah yang mencarikan lagu. Meskipun

tidak selalu pas dan serasi, digenjot juga–tanpa perlu

menerangkan kepada kedua penyanyi itu siapa pengiring atau

pencipta lagunya. Sistim robot ini, tentu saja ada akibatnya.

Setiap album Pattie tidak pernah merupakan suatu kesatuan yang

bulat. Tetapi gejala ini toh sudah umum dalam album-album

pribumi. Apalagi dalam setiap album selalu diselipkan dua lagu

rampokan. "Begitulah demi perusahaan. Inilah cara kalau mau

hidup", kata Nina. "Dahulu masih mungkin seni untuk seni

sekarang saya tidak mau mati untuk seni" kata anak tertua Freddy

ini selanjutnya.

Kini muncul Saimima Sister yang segalanya serba mirip dengan

kedua Pattie. Tetapi Dua Bersaudari ini tampaknya masih belum

bisa lagi ditandingi-karena disamping kekompakan ke dalam,

secara beruntung mereka selalu ditangan band pengiring yang

baik.

Tempo Edisi. 37/II/25 November – 01 Desember 1972 [
mellowtone ]












18 thoughts on “Dua Pattie Membuai

  1. Dulu Eric Clapton dan George Harrison the Beatles juga hampir menjadi kasus Antasari. Eric selingkuh dengan Patty istrinya George, sampai bikin lagu Layla. Untung George tidak memeras Eric dan kemudidian Eric nembak George

  2. agamfat said: Eric Clapton dan George Harrison

    suaranya indah banget ingat thn 86 saat ikut papa nonton bola o :))
    * saling percaya iis haryanto ternyata d nyanyikan jg sama patie sister o :)) baru tau jg …!!

  3. ti4n81 said: suaranya indah banget ingat thn 86 saat ikut papa nonton bola o :)) * saling percaya iis haryanto ternyata d nyanyikan jg sama patie sister o :)) baru tau jg …!!

    suaranya emang bagus, kalo trionya kaya Lex Trio deh

  4. ti4n81 said: suaranya indah banget ingat thn 86 saat ikut papa nonton bola o :)) * saling percaya iis haryanto ternyata d nyanyikan jg sama patie sister o :)) baru tau jg …!!

    Si Endah R kalau buka blog ini pasti kaget "Lho, kaset saya kok bisa nongol di sini?" he…. he..

  5. ti4n81 said: suaranya indah banget ingat thn 86 saat ikut papa nonton bola o :)) * saling percaya iis haryanto ternyata d nyanyikan jg sama patie sister o :)) baru tau jg …!!

    hahahahahh untung kayanya dia gaptek mas…njenengan kemaren yg mborong PH di zaenalkah?

  6. ti4n81 said: suaranya indah banget ingat thn 86 saat ikut papa nonton bola o :)) * saling percaya iis haryanto ternyata d nyanyikan jg sama patie sister o :)) baru tau jg …!!

    Bukan di Zaenal, tapi di Pak Amang yang di ujung gang. Minggu lalu bu Sup sempat sakit. Mudah2an udah sembuh.

  7. ti4n81 said: suaranya indah banget ingat thn 86 saat ikut papa nonton bola o :)) * saling percaya iis haryanto ternyata d nyanyikan jg sama patie sister o :)) baru tau jg …!!

    ooo..kemaren pak zaenal punya PH bagus, tapi sayang keburu diborong orang, kirain anda yg borong pakšŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s