journal / plagiat / post

[ catatanku ] Dituduh Plagiat, Neno Warisman Bungkam

ARTIS senior Neno Warisman sedang ketiban masalah. Album A Ba Ta Tsa seri dua yang dikeluarkannya beberapa waktu lalu, disinyalir karya orang lain. Sebab, belum lama ini, wanita bernama Dewi Siti Maryam mengklaim dirinya sebagai pencipta lagu-lagu yang ada dalam album A Ba Ta Tsa. Malah, wanita asal Boyolali itu telah melaporkan masalah tersebut ke Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI).

Ditemui di acara peluncuran bukunya berjudul Izinkan Aku Bertutur, belum lama ini, Neno terkesan enggan memberi keterangan.

"Sudah saya tegaskan, memang saya membatasi pembicaraan masalah itu, karena saya sudah menyampaikan semua lewat lembaran kronologis yang sudah saya buat," tegas artis era 1980-an ini.

Lembaran kronologis yang Neno buat panjangnya dua lembar. Pada lembaran tersebut dikatakan, tujuan Neno ingin mengklarifikasi permasalahan yang terjadi serta menghindarkan diri dari fitnah.

Keterangan tertulis sebanyak 13 poin itu juga mengait nama Dewi Siti Maryam. Di sana tertulis -antara lain- penolakan Neno atas adanya hubungan kerja sama dia dengan Dewi.

"Kerja sama nggak ada, karena saya tidak pernah melakukan kerja sama. Dan memang kita nggak ada apa-apa," urai pemilik yayasan Neno Education Care.

Persoalan ini, terang Neno, bermula dari kedatangan Dewi Siti Maryam ke rumahnya tahun lalu. Saat itu Dewi membawa sebuah kaset video dan meminta pelantun Nada Kasih ini agar mau mempopulerkan karyanya. Hasil penjualan karya tersebut bakal digunakan untuk membangun pondok pesantren.

Pasca pertemuan singkat itu, komunikasi antarmereka hanya dilakukan lewat telepon. Tak lama kemudian Neno pun pindah rumah, sehingga kaset video yang pernah Dewi bawa, hilang.

Menanggapai permasalahan ini, Neno mengatakan, pada prinsipnya ia ikhlas jika namanya dicemarkan. "Asal jangan agama dan nama nabi-nabi saya yang menjadi tercemar. Biarlah saya yang menjadi hina," ujarnya.

Sementara itu, Dewi Siti Maryam yang ingin ditemui di kediamannya di daerah Pademangan, Jakarta, tidak menampakkan diri. Diperoleh informasi dari sang suami, Habib Tohari -pemilik pondok pesantren Roudlatul Quran Wal Khufadh- Dewi sedang tak berada di Jakarta. "Atas nasihat kepala pengurus pondok, dia saya ungsikan ke Boyolali. Istri saya sekarang trauma karena pernah dikata-katai kurang baik oleh suami Mbak Neno," beber Habib Tohari.

Habib Tohari mengakui, dirinya dan Dewi pernah bertandang ke rumah Neno, sekitar tiga tahun lalu. Tujuan mereka menyerahkan kaset dan berharap bisa diorbitkan. Tapi, belakangan, kaset video yang diserahkan atas dasar kepercayaan itu malah membuahkan lagu-lagu -edukasi terhadap anak- yang muncul dalam kemasan CD A Ba Ta Tsa volume dua.

"Istri saya yakin, yang ada dalam CD itu merupakan hasil karyanya," ujar Habib Tohari.

CD bersampul kuning dengan gambar anak-anak di depannya -yang merupakan anak didik Yayasan Alif- awalnya tidak beredar di Indonesia. Tapi, di Malaysia di bawah bendera Blockbuster Record.

"Kaset ini sudah beredar di Malaysia. Makanya, bahasa yang digunakan dalam CD juga bahasa Melayu. Saya sendiri mencarinya agak susah di beberapa toko di Jakarta," kata Habib Tohari.

Radar Sulteng 29 Juni 2004

13 thoughts on “[ catatanku ] Dituduh Plagiat, Neno Warisman Bungkam

  1. Kalau tidak mau dituduh pada masa depan, ambillah cara si Spielberg kalau ada yang menyodorkan cerita buat jadi filem. Dia tolak menerima atau membaca, dan diberi jalan bicara dengan pengacaranya. Tapi kalau begini cara Hollywood, di Jawa dianggap sombong…. ha ha ha …. kayane tah diweihin simalakama, dipangan jasak mati, ora dibadogi jok mati. Sing ngendi sing arep dadi patokan… Aja ndumeh wis….

  2. nadanusantara said: Sakjane jalan sing paling aman koyo Kang Spelberg kuwi , mas….timbang dituntut ngenteke duwit!!

    yen para pelaku industri musik / film, koar koar JANGAN BELI BAJAKAN dan ternyata karya yang diaku karya mereka ternyata adalah BAJAKAN, berarti yang perlu dipertanyakan adalah moral mereka. Moral nurani Bajakan atau Moral nurani yang siap Dibajak…( aku ki jane ngomong opo tho ?? )

  3. lanangjaka said: yen para pelaku industri musik / film, koar koar JANGAN BELI BAJAKAN dan ternyata karya yang diaku karya mereka ternyata adalah BAJAKAN, berarti yang perlu dipertanyakan adalah moral mereka. Moral nurani Bajakan atau Moral nurani yang siap Dibajak…( aku ki jane ngomong opo tho ?? )

    njenengan bar ngome obat tho mas? hehehehhe……..Makanya aku ndak pernah beli CD musisi jaman era pop selingkuh ini………..padahal tuku kaset bekas juga banyak karya bajakan juga hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s