journal / plagiat / post

Lagu "Bongkar" Dijiplak Musisi India?

DALAM urusan bajak-membajak karya seni, musisi Indonesia dan India tampaknya punya kesepakatan "di bawah tangan". Dulu, para musisi dan sineas Indonesia, sering dituding menjiplak lagu-lagu dan film India. Beberapa judul lagu dangdut yang pernah jadi hit dan sejumlah film-khususnya sinetron, konon merupakan hasil "adaptasi tak resmi" dari lagu-lagu dan film India.

Nah, seperti ingin "membalas", kini giliran musisi India yang getol menjiplak lagu-lagu ciptaan musisi Indonesia. Tahun lalu kita pernah mendengar heboh lagu "Tak Bisakah"-nya Peterpan yang dijiplak "meleg-meleg" oleh komposer India, Pritam. Lagu jiplakan itu diberi judul "Kya Mujhe Pyar Hai" dan menjadi soundtrack film "Woh Lamhe". Hebatnya lagi, lagu "Kya Mujhe Pyar Hai" yang dibuatkan juga versi remix-nya begitu popular di India dan menduduki puncak tangga lagu cukup lama. Meski kemudian persoalan itu, konon bisa diselesaikan secara baik lewat pendekatan kekeluargaan oleh Musica Studio, sebagai label yang memproduseri lagu "Tak Bisakah".

Rupanya, kejadian serupa berulang. Pada September 2008 lalu, seiring dengan masuknya lagu-lagu dan film baru keluaran Bollywood – pusat industri perfilman India – ke Indonesia (tentu saja lewat produk bajakan), kuping pendengar musik di tanah air kembali mendapat suguhan lagu yang secara lirik berbahasa Hindi, tetapi aransemen lagunya begitu familiar di benak pencinta musik tanah air. Ya, ternyata itu adalah lagu "Bongkar" milik sang legenda Indonesia, Iwan Fals. Lagu "Bongkar" versi India itu diberi judul "Oya Oya" dan menjadi soundtrack film "Horn Ok Pleasss".

Instrumen intro dan reffrain dalam "Oya Oya" sangat mirip dengan "Bongkar". Jika pun ada perbedaan, hanya beberapa bagian saja di tengah-tengah lagu dan tentu saja liriknya. Di salah satu stasiun radio di Bandung yang secara khusus memutar lagu-lagu Bollywood, lagu "Oya Oya" banyak di-request pemirsa. Uniknya, yang menyanyikan lagu "Oya Oya" adalah orang yang sama dengan penyanyi lagu "Kya Mujhe Pyar Hai", yakni Kay Kay.

Dalam kasus penjiplakan lagu "Tak Bisakah" milik Peterpan menjadi "Kya Mujhe Pyar Hai", ada satu tulisan menarik di situs Bollyvista.com. Tulisan itu sebenarnya berisi review atas album soundtrack film "Woh Lamhe" yang berisi lima judul lagu dan terbagi dalam delapan track, termasuk lagu "Kya Mujhe Pyar Hai" yang dijiplak dari "Tak Bisakah"-nya Peterpan. Pada awal tulisan, Pritam sang komposer lagu dipuji-puji karena lagu-lagunya enak dan mencapai hit. Tapi, kemudian dikecam karena lagu-lagu tersebut bukan murni hasil kreasi Pritam. Tak hanya menjiplak lagu Peterpan, empat lagu lainnya juga ternyata diadaptasi dari lagu-lagu hit sejumlah penyanyi Pakistan. Di akhir tulisan disebutkan, jika Pritam masih terus melanjutkan pekerjaannya dalam mencipta lagu, tak lama lagi ia akan mendapat anugerah sebagai "raja plagiat" tak terbantahkan.

Tampak jelas, orang India sendiri begitu nyinyir atas tindakan plagiatisme dan pembajakan karya cipta yang dilakukan musisinya. Justru yang lucu adalah komentar penyiar stasiun radio di Bandung, saat memberi pengantar mengenai lagu "Oya Oya" yang dijiplak dari lagu "Bongkar". Terkesan menggampangkan masalah. "Ya, mudah-mudahan saja tidak diributkan seperti lagunya Peterpan. Apalagi, lagu-lagu dangdut kita juga banyak yang berasal dari India," begitulah kira-kira komentar sang penyiar. Apakah ini sekadar canda atau gambaran orang putus asa?
(Ikin Mutakin/pengamat musik)***

Pikiran Rakyat Online

24 thoughts on “Lagu "Bongkar" Dijiplak Musisi India?

  1. Hahahahahaha…. kata IF ‘sedekah aja"
    gak tau kata manajemen ?😛

    pilih mana, anatara MENCONTEK atau membuat lagu yang Sama seperti DEDY DORES diman a lagu2nya era NIKE ARDILLA saamaaaaaaaaaaaaaaaa.. ada pencerahan ?

  2. Yup kenapa itu gw lebih memprioritaskan IF diantara musisi lain, kaset2nya tetep gw buru [meski udah punya :P] , IF gak mau ribut soal royalti…katanya dalam suatu wawancara "menghabiskan banyak energi" lebih baik membuat lagu terus, kalo jenuh yah bikin lagu lagi… dasar orang aneh😀

  3. jamesdoel said: Yup kenapa itu gw lebih memprioritaskan IF diantara musisi lain, kaset2nya tetep gw buru [meski udah punya :P] , IF gak mau ribut soal royalti…katanya dalam suatu wawancara "menghabiskan banyak energi" lebih baik membuat lagu terus, kalo jenuh yah bikin lagu lagi… dasar orang aneh😀

    Prinsip itu yg bikin dia jadi dihormati, tapi nggak bakal bisa kaya..:D….Tapi gue suka orang kaya dia..bahasa Inggrisnya ‘ semeleh ‘ [ lo cari terjemahannya sendiri dah😛 ]

  4. jamesdoel said: Yup kenapa itu gw lebih memprioritaskan IF diantara musisi lain, kaset2nya tetep gw buru [meski udah punya :P] , IF gak mau ribut soal royalti…katanya dalam suatu wawancara "menghabiskan banyak energi" lebih baik membuat lagu terus, kalo jenuh yah bikin lagu lagi… dasar orang aneh😀

    ‘semeleh’ apa tuh ? buka kitab kuning..[uhh belum ketemu]
    ah menurut gw IF justru banyak "duit" meski gak sekaya S. Djody
    IF, GOMBLOH, CHRISYE mereka contoh musisi yang SETIA pada BIDANG nya karena KESETIAAN & gak Neko Neko itu yang membuat mereka melegenda setidak nya dalam BENAK gw..dan mungkin kebanyakan pecinta musik Indomesia.. [ sial gw bisa ngetik serius]

  5. jamesdoel said: Yup kenapa itu gw lebih memprioritaskan IF diantara musisi lain, kaset2nya tetep gw buru [meski udah punya :P] , IF gak mau ribut soal royalti…katanya dalam suatu wawancara "menghabiskan banyak energi" lebih baik membuat lagu terus, kalo jenuh yah bikin lagu lagi… dasar orang aneh😀

    semeleh tuh ‘ pasrah & sabar " Oh banyak duit ya? Gue belum pernah liat dekat sih….[ lo pasti abis minum obat😀 ]

  6. jamesdoel said: Yup kenapa itu gw lebih memprioritaskan IF diantara musisi lain, kaset2nya tetep gw buru [meski udah punya :P] , IF gak mau ribut soal royalti…katanya dalam suatu wawancara "menghabiskan banyak energi" lebih baik membuat lagu terus, kalo jenuh yah bikin lagu lagi… dasar orang aneh😀

    ohh itu toh artinya…

    banyaklah duitnya, doi bisa bikin studio sendiri, tempat konser sendiri, tanah berhektar 2 an di kelola penduduk setempat, menurut gw wajar udah 30 tahun nyemplung sebagai penyanyi.
    Inul aja yg baru beberapa tahun udah bisa beli rumah Mewah di kawasan Pondok Indah…
    Nah Beda nya IF gak mau di mengekpose dirinya gak tau deh penyayi lain, baru meledak satu album aja tingkahnya udah kek raja minyak ..huuuu

  7. jamesdoel said: Yup kenapa itu gw lebih memprioritaskan IF diantara musisi lain, kaset2nya tetep gw buru [meski udah punya :P] , IF gak mau ribut soal royalti…katanya dalam suatu wawancara "menghabiskan banyak energi" lebih baik membuat lagu terus, kalo jenuh yah bikin lagu lagi… dasar orang aneh😀

    Jawaban si komposer India: MENEKETEHE!

  8. jamesdoel said: Hahahahahaha…. kata IF ‘sedekah aja" gak tau kata manajemen ?😛 pilih mana, anatara MENCONTEK atau membuat lagu yang Sama seperti DEDY DORES diman a lagu2nya era NIKE ARDILLA saamaaaaaaaaaaaaaaaa.. ada pencerahan ?

    Doel, saya lebih suka lagu ala kadar, seperti yang Anda maksud lewat karya2 Dedy Dores misalnya, ketimbang lagu yang nyontek. Kalau jeleng paling pontennya 1 atau bahkan nol. Tapi lalau nyotek, gak bisa dinilai sama-sekali.

  9. jamesdoel said: Hahahahahaha…. kata IF ‘sedekah aja" gak tau kata manajemen ?😛 pilih mana, anatara MENCONTEK atau membuat lagu yang Sama seperti DEDY DORES diman a lagu2nya era NIKE ARDILLA saamaaaaaaaaaaaaaaaa.. ada pencerahan ?

    Wah, kok terbalikd engan yang selama ini diberitakan ya. Yg nyontek itu lagu Ppan. Tapi kok Pak Ikin Mutakin nulisnya lagu India yg judulnya Kya Mujhe Pyar Hai yg nyontek Tak Bisakah.
    Dan untuk lagu Bongkar, kayaknya kita musti denger dulu ke lagu versi Indianya.

  10. jamesdoel said: Nah Beda nya IF gak mau di mengekpose dirinya gak tau deh penyayi lain

    Hidup sederhana, kalo manggung pake baju biasa2 aja……..[ gue cuma bisa nonton lewat tipi ]. Kapan2 gue pengen nonton pas die bikin acara di rumahnya ah….

  11. nadanusantara said: Horn Ok Pleas

    Saben prahoto alias truk barang nang India mesti ana tulisan nang mburine, apik ora apik, ‘Horn OK Please’. Basa Inggris kanggo pribasa ‘Ben bae asu-asu ngegugug, kafilah mlaku terus.’

  12. nadanusantara said: pengen nonton pas die bikin acara di rumahnya ah….

    sekarang tiap bulan IF ngadain konser dirumah nya , bulan ini Sabtu tanggal 30 mei 2009 pkl 3.sore – selesai..hayoooo nonton…ngga ada keributan semua nonton tenang bahkan banyak yg bawa anak2nya nonton bareng keluarga Mbak Wi.

  13. nadanusantara said: berarti saya harus kesana 2 hari ya….1 hari buat kulakan, satu hari buat nonton…Dimana Doel?

    pernah denger versi bajakan indianya, emang persis. india keknya balas dendam haha… lagu mansyur s semua hitnya jiplakan dari india

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s