eny kusrini / kroncong / photos / post

Eny Kusrini, Penyanyi Itu Kini Hanya Bisa Pasrah…

Kondisi Enny Kusrini, mantan bintang penyanyi keroncong, sungguh memancing iba. Saat diantar oleh menantunya Joko untuk menemui SM Cyberbews, dengan

balutan rok panjang hitan, dia hanya bisa terkulai lemas diatas kursi roda. Tatapan kosong. Lehernya tak bisa menegakkan kepala. Rambutnya memutih. sementara pelipis kanannya memar-memar. Sesaat suasana terharu,trenyuh.

" Ibu Sehat"? tanya saya

" Se..hat..Ha..nya..Se..ring..ja..tuh " Jawabnya dengan suara yang lamban dan terbata. Lanjut dia" Sudah dua setengah tahun yang lalu begini " Masih dengan nada yang sama

Joko menerangkan kondisi mertuana memang seperti itu.Kata dia, bisa diajak berkomunikasi, dan amsih ingat . Hanya saja memang agak tebata. Untuk bicara dengan dia, memang harus sabarm dan dengan nada yang keras [ maksudnya volumenya keras – red ]

Kemudian Enny minta Joko untuk mendudukannya di sofa warna coklat bergaris yang sudah memudar. Dia tidak bisa pindah sendiri, dibantu menanti satu-satunya itu, dia pun duduk di sofa.

" Apa yang membuat Anda kesini " tanya Enny kemudian.

Setelah menjelaskan kehadiran saya di rumahnya yang ckup tenang itu, penyanyi sengakatan Waljinah, Titiek Puspa, Darsih mau bercerita tentang kondisinya saat ini. derita yang dialaminya bermula saat akan latuhan untuk siaran Tembang Kenangan di stasiun TV Indosiar.

Tiba-tiba dirinya terjatuh. Terkena stroke.

"Saat itu saya mau tanya, lagunya apa buat latihan ?" kata mantan penyanyi yang memulai karirnya sekitar tahun 1960-an. Mungkin juga lagu " Kecik-Kecik ".

Joko menambahkan peristiwa itu terjadi sekitar Maret 2001.Ada pendarahan otak. Kemudian Enny dilarikan ke RSCM Jakarta. Sempat menginap di ICU semalam 2 minggu. Selama itu pula dia koma Hanya satu bulan di RSCM. Begitu selang pernapasan, selang makan dilepas enny pun diboyong ke Semarang

Menurut Joko, perawatan Enny menghabiskan biaya Rp 25 juta. Biaya perawatan itu diperoleh dari menjual monil Rp 15 juta, ditambah iuran teman-teman Enny di Jakarta, juga bantuan saudara di Jkarta yang terkumpul Rp 10 juta. Sampai kini kuitansi tebusan obat-obatan itu masih disimpan oleh Joko. Untuk kenang-kenangan.

Joko mengaku memang harus memboyong mertuana ke Semarang. Kalau terus di Jakarta keluarga repot. " Pekerjaan saya disini, kalau terus di Jakarta, siapa yang akan menghidupi keluarga " terang Joko.

Di semarang Eny menjalani terapi sebulan sekali dibagian lansia RS Kariadi. Pagi dibawa, sore dijemput. Terapi berlangsung selama satu tahun lebih. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga menghentikan terapi. Biaya tiap kali terapi, saat itu Rp 200 ribu.

" Dulu saya masih kuat membiayai, tapi kini penghasilan saya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga " ujar Joko menantu satu-satunya Enny

Saat terapi dihentikan, kondisi ibu sudah membaik. Sudah bisa bicara meski terbata-bata, juga bisa berjalan, meski dengan bantuan kruk. Kalau tidak juga cukup merambat dinding.

Ketika ditanya lagu-lagu dia yang terkenal, dia bisa menjawab ‘ Kecik-kecik, Aja Dipleroki, banyak.." Sesaat dia terdiam, seperti mengingat-ingat. Matanya menarawang melalui pintu " a..ku..sudah..lu..pa ! " lanjut dia pendek.

Dia mengaku tidak terhitung lagi berapa kali merekam lagu. Dia juga masih ingat beberapa rekan seangkatannya. Dia menyebut Anastia Astuti, Titiek Puspa.

Dia juga bercerita menang terus lomba bintang radio di Semarang. Kemudian dikirim ke Jakarta. Menang lagi. Namu dia lupa tahun berapa itu terjadi. Yang jelas sejak saat itu, karir dia di dunia keroncong mulai bersinar. Kemudian sekitar tahun 1960, perempuan asli Semarang ini boyongan ke Jakarta, tinggal di Duren Tiga, Kalibata, Jakarta.

Karier penyanyi yang menikah dengan Riadu 1956 ini melesat di Jakarta. Sampai saat musibah menimpa dia, eny posisinya sebagai Ketua Hamkri ( Himpunan Musik keroncong Indonesia) , Jakarta.

Di Jakarta sekali menyanyi honornya Rp 100 ribu, di Semarang sedikit. Maka dia memutuskan berkarier di Ibukota. Namun dia yang pernah menyanyi di Suriname ini mengaku tak sedih lagi. Ini cobaan. siapa tahu dapat bantuan lagi untuk berobat. Dulu dari teman-teman. sekarang sudah sembuh, meski belum total.

Meski rekamannya tidak terhitung lagi, namun dia mengaku tak mendapat royalti. Katanya, jaman dulu mana ada royalti.

Dia hanya menggeleng ketika ditanya masih mau bernyanyi lagi jika sembuh . " sekarang suaraku entek, untuk nyanyi ora bisa " aku penyanyi yang pernah menjadi bintang film. Sejumlah film pernah dilakoninya antara lain Ateng Jadi Manten, Dirah, serta sejumlah film rohani…

Dulu dia sering diundang pejabat untuk nyanyi. Paling sering diundang oleh orang Golkar. " Aku dulu artis..sekarang semua sudah jadi kenangan " kata dia sambil geleng-geleng kepala, dengan mata menerawang keluar pintu.

Eny masih bisa sedikit tersenyum, ketika ditanya pengalaman yang amsih berkesan. Namun kini dia mengaku sudah pasrah. Katanya tinggal menunggu panggilan. Tiap hari aktivitasnya hanya duduk di sofa, pagi hari di teras menjemur tubuh, namun tak bisa tidur di malam hari. " saya berdoa terus agar cepat mati ! "

Dia mengaku sudah sembuh, sudah makan banyak. Hanya saja dia berharap ada orang yang bisa membantu agar dia bisa sembuh total.

( Eko Edi Nuryanto/ Suara Merdeka Cybernews 05012006)

enny koesrini


11 thoughts on “Eny Kusrini, Penyanyi Itu Kini Hanya Bisa Pasrah…

  1. cdindonesia said: kemana itu yang namanya solidaritas musisi ? ngga tega kalau baca yang kayak beginian. dan banyak yang seperti ini.

    Mungkin seharusnya ikut asuransi, atau Pemerintah menyediakan fasilitas pengobatan ya…

  2. cdindonesia said: kemana itu yang namanya solidaritas musisi ? ngga tega kalau baca yang kayak beginian. dan banyak yang seperti ini.

    duh turut prihatin..,yg sabar ya bu…
    roda kehidupan slalu berputar…

  3. Ibu Eny Kusrini termasuk penyanyi paporit saya setelah Waljinah dll dan baru tgl. 20 menemukan berita beliau yang sekarang dalam keadaan sakit, untuk itu saya turut prihati untuk Ibu semoga sembuh dan cepat pulih kesehatannya Njih bu. Aamiin.

  4. Saya lahir th. ’60, dan saat saya menemukan Piringan Hitam di Pasar Loak di Surabaya salah satunya ternyata Rekaman Ibu Enny Kusrini, “Pitik Tukung” suaranya masih bagus, sangat bagus karena rekamannya sempurna, dan saya buka Internet ttg ibu Enny, baru tahu kalau saat 2012 Ibu sedang Sakit, saya tdk tahu perkembangan ibu, saat saya menulis ini sdh Mei 2015, maaf saya baru baca…. saya berharap ibu sdh sehat, pulih sediakala….. Maafkan teman2 ibu, juga pemerintah yg mungkin kurang perhatian pada seniman yg sdh lanjut usia…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s