ade manuhutu / photos / post

ADE MANUHUTU: ALLAH ITU BAIK

Masih ingat kasus yang menimpa penyanyi di era 70-an, Ade Manuhutu? Ade yang kini sebagai pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) ini ditangkap aparat Polres Jaksel di Jalan Metro Pondok Indah, 7 September lalu. Ade diamankan karena polisi menemukan tas berisi lembaran kertas hitam dan serbuk putih yang diduga sebagai bahan baku pembuat uang dolar AS dalam mobil yang dikendarai penyanyi kondang tersebut.

Kasus itu kini telah terkuak. Ade yang dihubungi Pembaruan mengaku, setelah Cofa tertangkap, ia merasa lega. "Saya merasa mendapat kebebasan sesungguhnya karena sebelumnya masyarakat masih berpikir macam-macam tentang diri saya, berkaitan dengan kasus ini," katanya.

Sebenarnya, prasangka masyarakat mengenai kasus Ade cukup beralasan. Hal itu disebabkan masyarakat kurang mendapat informasi berkaitan dengan kasus itu karena baik polisi maupun Ade terkesan menutup informasi mengenai kasus itu.

Beberapa kali dalam kesempatan wawancara, Ade selalu mengatakan, ia tidak dapat memberikan pernyataan apa pun karena telah berjanji kepada polisi yang sedang mengusut kasusnya.

Di satu sisi, sikap Ade bisa dimengerti. Sebagai seorang pendeta, kasus itu membuat dirinya langsung menjadi sorotan masyarakat, terlebih jemaatnya. Sehingga ia harus berhati-hati dalam mengambil tindakan sesuai kebenaran yang dipahaminya. Misalnya tidak menuding orang sembarangan, tidak menghakimi siapa pun termasuk jemaatnya sendiri, menyimpan rahasia pelayanan sebagai seorang hamba Tuhan. Patut dipahami jika sikap Ade justru membuat orang semakin penasaran untuk mengetahui keterlibatannya dalam kasus itu.

Ade mengungkapkan, beberapa hari sebelum penangkapan itu, ia sudah mendapat pertanda atau peringatan. Meski telah siap menghadapi peristiwa itu, Ade mengaku sempat merasa terguncang.

Meskipun demikian, Ade tetap yakin bahwa peristiwa yang menimpanya adalah cobaan yang diizinkan Tuhan, sehingga jalan keluar bagi permasalan itu tetap akan ditemukan. Selama 24 jam ditahan di Polres Jaksel, Ade membawa permasalahan itu kepada Tuhan melalui doa. Ade meminta agar Tuhan menunjukkan jalan keluar bagi permasalahannya. "Dalam doa, saya minta pada Tuhan kalau memang semua ini harus saya tanggung, tetap berikan jalan keluar terbaik. Tetapi kalau tidak, saya mohon agar masalah ini tidak mempermalukan profesi saya, jemaat saya, dan juga keluarga," katanya.

Sepuluh hari setelah itu, Rabu (19/9), polisi berhasil membekuk Cofa. Ia adalah warga Guinea, Afrika, pemilik tas berisi lembaran kertas yang diduga polisi sebagai uang palsu. Penangkapan Cofa terjadi secara tidak sengaja.

Saat itu, Cofa terlibat keributan soal uang dengan warga di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Petugas Polsek Senen yang menangani kasus ini mencurigai Cofa, lalu menghubungi Polres Jaksel. Cofa yang sempat dirawat di RSCM karena mengalami luka-luka akibat dikeroyok warga, akhirnya diamankan petugas Polres Jaksel.

Awalnya, Cofa menyangkal sebagai pemilik tas. Menurut Kasat Serse Polres Jaksel Komisaris Polisi Napoleon Bonaparte, pria kulit hitam ini baru mengaku setelah dipertemukan dengan Ade, Kamis (20/9). Cofa menipu Ade Manuhutu dengan mengatakan bahwa lembaran kertas hitam di dalam tas itu dapat berubah menjadi uang dolar setelah dicelupkan pada cairan kimia tertentu. Cofa menitipkan tas itu kepada Ade sebagai jaminan, setelah meminta uang sejumlah US$ 25.000 yang katanya akan digunakan untuk membeli cairan kimia.

Sebenarnya, Ade dapat saja menuntut Cofa berkaitan dengan penipuan itu. Namun karena telah berjanji untuk tidak membesar-besarkan masalah itu, Ade tidak menuntut Cofa. Pihak kepolisian pun akhirnya membebaskan Cofa yang cukup fasih berbahasa Indonesia itu.

Menurut Napoleon, polisi hanya menahan Cofa selama tiga hari. "Pihak kepolisian dapat melanjutkan kasus ini sampai ke pengadilan. Namun karena Ade Manuhutu tidak membuat tuntutan, pihak kami terpaksa membebaskan pelaku," katanya.

Sedangkan mengenai lembaran kertas hitam itu, setelah diperiksa, ternyata hanya berupa potongan kertas biasa. Artinya tidak dapat berubah menjadi uang dolar AS walaupun dicelupkan ke dalam cairan kimia tertentu. "Jadi, kami tidak memiliki bukti kuat untuk tetap menahan Cofa dan melanjutkan kasus ini," katanya.

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, yang ditanya mengenai kasus ini mengatakan, pembebasan Cofa sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku karena sebuah kasus penipuan baru dapat diproses jika ada pengaduan.

Sedangkan Kepala Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor), Mabes Polri, Brigjen Pol Drs M Hamin SA, kepada Pembaruan mengatakan, selama ini pihaknya belum pernah menangani kasus mengenai uang palsu yang dapat dibuat hanya dengan dicelupkan ke dalam cairan kimia tertentu.

Menurut Adrianus, polisi tidak salah telah mencurigai atau menduga bahwa lembaran kertas dalam tas itu adalah bahan baku uang palsu. "Polisi berhak mencurigai suatu indikasi yang berhubungan dengan tindakan kriminal," katanya.

Namun menurutnya, pengungkapan sebuah kasus kepada publik sebaiknya dilakukan setelah polisi menemukan indikasi kuat yang menjurus pada suatu pelanggaran, sehingga tidak terkesan asal tuduh. "Lebih baik lagi jika pihak kepolisian maupun Ade tidak menutupi informasi berkaitan dengan kasus itu sehingga tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat," ujarnya.

Sedangkan ketika ditanya mengenai kerelaannya tidak menuntut Cofa, Ade mengatakan, ia sudah lega karena kasus itu terungkap dan terbukti ia tidak terlibat.

Menurutnya, dengan membebaskan Cofa, dia merasakan dirinya juga dibebaskan dari segala nafsu dendam. "Allah itu baik, dan segala rencana-Nya juga baik. Masalah ini biar bagaimanapun memberi hikmah bagi kehidupan pribadi dan keyakinan iman saya. Saya memang dirugikan, tetapi sebagaimana Tuhan yang begitu agung mau memberi jalan keluar bagi masalah ini, sehingga saya tidak dipermalukan, saya pun melakukan yang sama untuk Cofa. Apalagi ia adalah jemaat saya," kata Ade. (GCM/Pembaruan/Jeany Aipassa)

Ade Manuhutu (lahir 1948) adalah pemeran dan penyanyi Indonesia. Si pelantun lagu yang terkenal di era tahun 1970an ini seangkatan dengan penyanyi-penyanyi terkemuka di eranya seperti Bob Tutupoly, Eddy Silitonga, dan Broery Marantika.

Lagu pertamanya yang membuat namanya menjadi popular adalah lagu Nona Anna dan lagu berjudul Virgo. Sejak tahun 1988, ia bergabung dengan Gereja Bethel Indonesia sebagai Pendeta.

Awal tahun 1980an memang banyak lagu-lagu dengan tema lingkungan bermunculan. Sukses Song Of Kalpataru di Festival Lagu ASEAN, salah satunya adalah lagu Balada Cendrawasih Ciptaan Dharma Oratmangun yang dinyanyikan Diana Nasution dan Ade Manuhutu. Lagu ini juga sempat dirilis oleh Grace Simon dan lumayan sering dinyanyikan di TVRI pada masa itu.

Filmografi

* Gadis Simpanan (1976)
* Cinta Bersemi (1977)
* Penasaran (1977)

Wikipedia

deman







19 thoughts on “ADE MANUHUTU: ALLAH ITU BAIK

  1. andumkatresnan said:
    Terlambat dia sudah lewat menuju kesana
    Tak apa aku masih sempat melihat betisnya.
    Betisnya aduhai indahnya dipandang mata,
    ……. (terusin sendiri)
    hehehehehehehe

    ……..aduh indahnya…wow..wow..aduh indahnya ‘ [ ini dulu ngetop sekali hehehehe ]

  2. slee0904 said: aminnn !

    Sebenarnya apa yang dilakukan Om Ade ini sudah sesuai dengan kode etik. Ketika kasus sudah di polisi atau pengadilan, sebenarnya tidak boleh ada lagi mengeluarkan pernyataan. Informasi ya ketika pada proses pengadilan. Tapi tampaknya sekrang ini orang sudah melanggar etika ini, apalagi infotainment.

  3. Shalom bpk pdt.ade manahutu. Saya dgn fanny doko dari HMT tour travel. Visi misi kami memberangkatkan byk jiwa ke israel dgn program cicilan berdiskon tanpa bunga. Dan thn kmrin HMT sdh memberangkatkan 3000 jiwa. Utk informasi lanjut,silahkan hbgi saya di nomor 081296145690. Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s