hip hop / melly manuhutu / photos / post

MENILIK perjalanan karier Melly Manuhutu (29) sungguh panjang dan memakan rentang waktu yang cukup lama. Kiprahnya sebagai artis dimulai sejak masih kanak-kanak dengan menjadi penyanyi tetap di panggung Taman Impian Jaya Ancol sejak tahun 1985. Beranjak remaja ia digaet menjadi vokalis Guest Band. Tahun 1990 ia melebarkan sayap ke kancah internasional dengan merilis debut album solo perdananya yang bertitel Mellyana kemudian disusul Beautify (1992) di bawah bendera Wave Records, Jepang. Masih di tahun yang sama ia kembangkan bakat lain di bidang modeling, terbukti ia kantongi gelar Juara 3 Pemilihan Gadis Sampul 1990.
(gue cut tuk ke interview langsung)

Berikut perbincangan ANTARA dengan Melly Manuhutu yang dilakukan di studio Pendulum, Jakarta (15/6) di tengah kesibukannya mempersiapkan album terbarunya.
(gue cut ke main poin)
A : OK, ganti topik. Bagaimana dengan karier Anda di bidang musik?
M : Sebenarnya saya sudah tidak mood memikirkan masalah album saya. Kendala yang saya hadapi klasik sekali. Perbedaan persepsi dengan pihak recording company (BMG Indonesia â red) mengakibatkan album tersebut tertunda lebih lama. Pihak label ingin mencari lagu hits yang lebih nge-pop, lebih menjual.
A : Apakah Anda tidak suka musik pop?
M : Saya bukan tidak suka dengan musik pop. Menurut saya pribadi, musik yang kental dengan nuansa pop bukan tidak bagus, bukannya tidak suka juga. Hanya saja tidak sesuai dengan jiwa saya. Saya kan penyanyi dan memiliki album. Tentunya album itu haruslah merepresentasikan siapa saya dan musik saya. Nah saya merasa R&B adalah jiwa saya. Saya tetap di jalur musik R&B karena saya ingin menampilkan, mengekspresikan sesuatu tidak dengan paksaan.
A : Memang seberapa jauh Anda mencintai musik R&B?
M : Waduh, saya tidak bisa ungkapkan. Sejak kecil kecintaan pada jenis musik ini telah ada pada diri saya. Ketika mendengar orang kulit hitam menyanyi, seketika saya merasa itulah jiwa saya.
A : Siapa idola Anda di jenis musik ini?
M : Saya mengagumi Whitney Houston sejak kecil. Dulu ketika masih SD saya bermimpi ingin sekali menjadi dia. Selain itu saya juga menyukai vokal Toni Braxton.
A : Apakah label terlalu menekan Anda sehingga album tersendat-sendat?
M : Sebenarnya label sudah jelas mengontrak saya untuk sekian tahun. Awal pengerjaan album, produser sudah memasrahkan semuanya pada saya. Terserah saya mau nyanyi seperti apa, tetapi nanti mereka yang mengedit jika dirasa kurang bagus. Label ingin saya memakai musisi yang sudah populer, tetapi saya bersikeras mempertahankan musisi saya. Musisi di Indonesia itu banyak sekali yang masih muda dan berbakat lho, sayang mereka kurang terlihat. Nah, saya ingin menggali yang seperti ini agar musik Indonesia tidak stuck hanya di situ. Saya ingin mengambil musisi yang fresh, tidak itu-itu terus.
A : Lalu apa kata produser Anda?
M : Mereka bilang lagu-lagu saya memang bagus untuk show, tetapi untuk di album rasanya orang kurang mendengarkan. Jadi kembali lagi saya dan musisi kurang tereksplorasi. Padahal album adalah proyek yang tidak bisa dibatas-batasi. Sedih sekali mendengarnya, merasa seperti âterbunuhâ kreativitas saya. Jika sudah begitu, ingin menangis saja rasanya.
A : Siapa saja musisi yang Anda gandeng dalam album tersebut?
M : Saya masih memakai musisi Guest Music seperti Tori Sudarsono, âNti dan Yudis Dwikorana. Untuk proses rekamannya saja tidak mudah, lho. Memilih personel band yang pas saja susah sekali.
A : Pernah mendapat band yang sesuai karakter Anda?
M : Ya, saya sudah lama memakai band rapper Iwa K. Karena di album saya yang terdahulu pun mereka yang mengisi musik saya. Jadi kami sudah klop dan tidak canggung lagi. Saya menggunakan jasa mereka ketika manggung di Jakarta. Pernah juga saya mendapat band yang bagus sekali ketika show di Surabaya. Soul musiknya mereka dapat sehingga nyanyi pun saya merasa nyaman.
A : Tidak sulitkah bagi Anda menembus pecinta musik R&B di tengah persaingan industri musik pop alternatif?
M : Saya melihat anak muda sekarang masih banyak yang suka R&B. Meskipun mayoritas dari mereka menggemari produk luar. Lagipula musik R&B di Indonesia sudah bagus kok, tidak kalah dengan musik dari luar. Saya ingin juga musik R&B bisa didengar sampai ke daerah-daerah, bukan hanya di kota besar saja.
A : Mengapa Anda tidak bermain sinetron lagi?
M : Untuk sinetron, tidak dulu deh. Sejak kecil saya sudah menemukan jati diri saya di nyanyi. Bukannya saya tidak mau kegiatan lain, tapi saat ini saya ingin berkonsentrasi ke nyanyi dulu. Saya benar-benar ingin konsentrasi ke album saya, memperjuangkan bagaimana caranya tetap bisa eksis dan diterima masyarakat. (ANT/ rz)

LEBIH JAUH DENGAN MELLY

Mellyana Manuhutu (lahir di Jakarta, 5 Juli 1975; umur 34 tahun) mengawali karir di dunia hiburan sebagai penyanyi anak-anak di Ancol, bersama penyanyi-penyanyi cilik pada masa itu seperti Anggun C. Sasmi, Irma June, Novia Kolopaking, Murni Chania, dan Rika Callebout.

Karir menyanyi

Beranjak remaja Melly masuk menjadi penari di kelompok tari paling kondang masa itu GSP pimpinan Guruh Soekarnoputra. Ketika sedang mempersiapkan album pertama, Melly mengikuti pemilihan GADIS Sampul Majalah Gadis tahun 1990 dan berhasil menjadi juara III. Dari kontes GADIS Sampul inilah Melly mulai muncul di jajaran selebriti Indonesia. Apalagi setelah album pertamanya, "Mellyana", beredar dan sukses di Jepang. Album produksi Wave Records Jepang ini diproduseri oleh Makoto Kubota, dan musiknya ditangani oleh Guest Music. Album ini menelorkan hits "Yamko Rambe Yamko", "Cublak-Cublak Suweng", dan "Tokecang". Sukses album "Mellyana" dilanjutkan dengan album "Beautify" pada tahun 1992, masih diproduksi oleh Kubota dan Wave Records, dengan singel hits "Love at First Sight". Pada tahun 1999 Melly kembali meluncurkan album ketiga atau album pertama di Indonesia, dengan judul album Melly Manuhutu. Hits dari album produksi BMG Music Indonesia itu adalah "Ada Cinta" dan "Biarkan Bebas".

Saat ini, Melly sedang menggarap album keempatnya di bawah bendera Sony BMG Music Indonesia. Album ini melibatkan banyak nama seperti Tori Sudarsono (Guest Music), DJ Sumantri, Glenn Fredly,
Aldiwirya dll.

Karir lainnya

Selain menjadi penyanyi, Melly termasuk artis multi talented. Dia juga bintang iklan yang sukses menjadi image beberapa produk seperti Rexona dan Smile Up. Melly juga sempat menjadi pemain sinetron, dengan membintangi "Kucing-Kucing Hitam", serial "Olga", dan "Aladin". Sebagai presenter, Melly sempat sukses dalam acara "Tips and Trips", juga sempat menjadi penyiar radio di Ria FM (sekarang menjadi Pop FM) selama kurun 1998 sampai dengan 2003.

Selain kesibukan di dunia entertainment, Melly juga menekuni bisnis sayuran organik, dan bahkan sempat meluncurkan buku berjudul "Bertanam Sayuran Organik bersama Melly Manuhutu".

Kehidupan pribadi

Penyanyi berdarah Ambon ini menikah dengan Prakaca Kasmir pada tanggal 19 September 2001. Pernikahan beda agama ini dilangsungkan di dua tempat, Gereja Tongkonan Toraya, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan[1]. Pernikahan mereka telah dikaruniai 2 orang anak, Qacamelyv Prakaca (lahir 25 Oktober 2005) [2] dan Qalecia Prakaca (lahir 25 Agustus 2007) [3].

Diskografi

* Mellyana (1990) – hits: Yamko Rambe Yamko & Tokecang
* Beautify (1991) – hits: Love at First Sight & Apuse
* Ada Cinta (1999) – hits: Ada Cinta & Biarkan Bebas

Sumber : lautanindonesia.com

14 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s