henny purwonegoro / photos / post

Henny Purwonegoro, Harmoni Ditengah Perbedaan

Tidak mudah untuk mengayuh biduk rumah tangga hingga ‎puluhan tahun. Namun, Henny Pruwonegoro terbilang sukses ‎menghadapi pasang surutnya badai di bahtera rumah tangganya ‎bersama H. Mochamas Tauchid yang akrab dipanggil Totok. ‎

Harmonis rumah tangganya bukan tidak mungkin ditiru oleh ‎putri semata wayangnya, Rietma Dhanty Angelica yang akrab ‎disapa Ima yang telah menemukan jodohnya, Elfonda Mekel ‎alias Once ‘Dewa 19’.‎

Penyanyi era tahun 60-an kelahiran, Jakarta, 10 November ‎‎1947 ini bertemu jodohnya di dunia musik. Maklumlah, dunia ‎musik bukan saja ia yang menggeluti, tapi dari mulai ‎ayahnya almarhum Mayor (purn) Angkatan Laut Rd. Henry ‎Poerwonegoro adalah pecinta musik. Sementara ibunya Louise ‎Mathilde Lutter Poerwonegoro (almh) adalah penyanyi gereja. ‎

Dunia rekaman berhasil ia tempuh. Ya, memang karir Henny ‎bersinar di tahun 60-an. Seiring dengan menanjaknya karir, ‎pertemuan pasangan jiwa pun berasal dari dunia musik. ‎Pemilik nama asli Henriette Louise Purwaningsih ‎Poerwonegoro ini bertemu tambatan hatinya ini saat ‎mengadakan pertunjukan musik di dalam maupun di luar kota. ‎

Pertama kali bertemu saat mengisi acara Hankam di Jalan ‎Merdeka Barat Jakarta, membuat perasaan Henny dan Totok ‎semakin terpaut. Wanita lulusan ABA Jurusan Bahasa Jerman ‎ini, tertarik dengan permainan drum Totok yang bergabung ‎dalam grup musik Quarta Nada. ‎

Disamping itu, Henny terpikat dengan sorot mata Totok yang ‎begitu tajam dan penuh misteri. Totok sendiri menyukai ‎sifat Henny yang aktif sebagai seorang penyanyi. Pertemuan ‎berlanjut, latihan dan show bareng, merekatkan hubungan ‎yang lebih serius. ‎

Pasangan muda ini akhirnya memadu kasih sebagai sejoli yang ‎dilanda asmara dalam ikatan pacaran. Masih duduk di bangku ‎SMA, menjadikan keduanya mendapat ultimatum dari orang tua ‎khususnya Totok, agar memiliki pekerjaan dulu sebelum ‎meminang Henny. ‎

Kenangan masa pacaran mereka berdua terbilang unik. Ada ‎saat dimana sepulang kuliah, Totok yang kerap menjemput ‎Henny ke kampus mesti petak umpet dengan ayahnya yang juga ‎menjemput Henny. Ditambah lagi, romantisme mereka berdua ‎saat itu dijalani di atas kendaraan roda tiga, becak. “Kita ‎pacarannya memang lebih sering jalan-jalan naik becak,â€? ‎ujar Totok. ‎

Adalah wajar, jika cinta dikatakan bisa mengalahkan ‎segalanya. Satu bukti, perbedaan agama antara Henny dan ‎Totok, tak menjadi halangan meski, orang tua mereka tak ‎menyetujuinya. ‎

‎‘Jalan Belakang’ sempat jadi pilihan pasangan ini. Demi ‎cinta yang teramat dalam, pria kelahiran 12 September 1947 ‎ini, berusaha sekuat tenaga untuk realisasikan keinginan ‎orang tua Henny, punya pekerjaan dan penghasilan tetap ‎sebelm menikahi putrinya.‎

Di tengah menyebarnya virus cinta, beriringan dengan karir ‎yang terus beranjak bagi Henny. Begitu juga dengan ‎kegigihan Totok, hingga mereka berdua punya kehidupan yang ‎mapan. ‎

Pacaran selama 10 tahun, mebuahkan hasil sebuah pernikahan. ‎Niat tulus dan ikhlas untuk menikah dijadikan keyakinan ‎penuh untuk disuguhkan pada kedua orang tua mereka. Tanggal ‎‎12 Januari 1975 mereka pun menikah.‎

‎“Kami memang menjalani ibadah kami masing-masing, tapi ‎tetap dalam satu tujuan, yakni membina rumah tangga yang ‎diridai dan diberkati Tuhan,â€? tambah Totok.‎

Syukurnya saat itu proses pernikahan antaragama tak sesulit ‎saat ini. “Waktu itu kami menikah dua kali dalam sehari. ‎Pagi dinikahkan oleh penghulu, siang harinya oleh pendeta,â€? ‎jelas Henny. Malam harinya dengan menyebar hampir seribu ‎undangan, pasangan ini menggelar pesta resepsi di sebuah ‎gedung di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. ‎

Setelah menikah, awalnya Henny dan Totok tidak berniat ‎untuk berbulan madu. Tapi memang dasar rezeki, tepat ‎beberapa bulan setelah menikah, Tiba-tiba Totok dan band ‎yang membesarkan namanya mendapat job untuk bermain musik ‎dalam sebuah kapal pelayaran yang melakukan perjalanan ke ‎Amerika selama enam bulan. Maka, sambil bekerja Totok dan ‎Henny pun berbulan madu. ‎

Lantaran acara ‘Aneka Ria Anak-Anak’ di TVRI, nama Kak ‎Henny dan Kak Seto, begitu mereka biasa disapa, jadi ‎terkenal. “Pokoknya sejak itu kalau ada acara anak-anak, ‎kami pasti tampil berdua. Bahkan, kami juga sempat bikin ‎album lagu anak-anak dan rekaman dongeng anak-anak,â€? ucap ‎mantan penyanyi istana yang sebelumnya pernah membawakan ‎acara Lagu Untuk Anak dan Mari Bermain di TVRI. ‎

Dengan mengisi acara tersebut, Henny tak hanya merasa ‎senang lantaran mendapatkan job serta penghasilan tambahan. ‎Lebih dari itu, ia merasa terhibur dengan keriangan serta ‎kemeriahan anak-anak tersebut. ‎

Apalagi setelah menikah, Henny dan Totok tak langsung ‎dianugerahi seorang anak. Pasangan ini baru memiliki ‎momongan setelah lima tahun menikah. Bayi mungil bernama ‎Rietmadhanty Angelica yang kerap disapa Ima lahir tepat 7 ‎April 1981. ‎

Perencanaan dari Tuhan, dianggap sebagai anugerah yang ‎sangat besar. Ima, putri semata wayangnya lahir saat Henny ‎dan Totok sudah punya rumah. Seperti Henny, putrinya pun ‎sudah menunjukkan sense of music yang tinggi. “Pokoknya ‎darah seni kami berdua juga mengalir dalam tubuhnya,â€? ujar ‎Henny pernah tampil bareng dengan Ima dalam iklan Inzana. ‎

Bergulirnya waktu, mengantarkan Ima jadi dara jelita nan ‎cantik. Soal pergaulan, Henny dan Totok tak pernah ‎membatasi buah hatinya itu. Tanpa kekangan dan otoritas di ‎keluarga, justru Ima jadi anak yang mandiri dan pandai ‎bergaul. ‎

Untuk teman hidup pun Henny dan Totok tak pernah memaksakan ‎kehendak. Pilihan anak, asalkan baik untuknya tentu ‎disetujui. Pria yang cocok, dijatuhkan pada Elfonda Mekel ‎alias Once merupakan pilihan asli Ima. “Dia mau pacaran ‎sama siapa, kami tidak pernah melarang. Kalau dia putus ‎dengan pacarnya pun saya tidak mau ikut campur karena kami ‎berdua yakin, kalau Ima tahu mana yang baik dan yang tidak. ‎Semua terserah dia,â€? ujar Henny.‎

Berjalan di atas perbedaan, bagi Henny dan Totok, adalah ‎penyempurna hidup di atas tali pernikahan. Bagi mereka ‎keharmonisan akan tetap terjalin dengan saling menghormati ‎satu sama lain. Perbedaan inilah yang Henny dan Totok bisa ‎jadikan contoh pasangan yang justru awet selama lebih dari ‎‎30 tahun. Putri semata wayangnya pun memang sudah diberikan ‎pemahaman sejak dini, bahwa orang tuanya tak pernah saling ‎mempengaruhi. “Kami tidak saling mempengaruhi. Agamamu, ya, ‎agamamu. Keyakinanmu, ya, keyakinanmu,â€? ujar Totok.

Sumber: Kroscek


Advertisements

18 thoughts on “Henny Purwonegoro, Harmoni Ditengah Perbedaan

  1. aldiwirya said: Mbiyen pas aku dadi penyiar, si Ima anake mbak henny kuwi kerep melu quiz lan sering banget menang… Nek njupuk hadiah dirapel sebulan sekali hehehe..

    biyen nek pas nang kantorku, wong loro kuwi yo runtang-runtung je

  2. aldiwirya said: Mbiyen pas aku dadi penyiar, si Ima anake mbak henny kuwi kerep melu quiz lan sering banget menang… Nek njupuk hadiah dirapel sebulan sekali hehehe..

    30 tahun dengan perbedaan keyakinan, luar biasa………………………… kalo aku kayaknya nggak sanggup deh.

  3. aldiwirya said: Mbiyen pas aku dadi penyiar, si Ima anake mbak henny kuwi kerep melu quiz lan sering banget menang… Nek njupuk hadiah dirapel sebulan sekali hehehe..

    ya…mas totok itu klo ndak salah anaknya pak sardjan,mentri jaman dulu dari parte masjumi….nek saiki pks ngono……..

  4. aldiwirya said: Mbiyen pas aku dadi penyiar, si Ima anake mbak henny kuwi kerep melu quiz lan sering banget menang… Nek njupuk hadiah dirapel sebulan sekali hehehe..

    ooo…. ngono to ceritane, dadi mas totok kuwi kangmase sally sardjan, koncone henny nang group the singers.

  5. aldiwirya said: Mbiyen pas aku dadi penyiar, si Ima anake mbak henny kuwi kerep melu quiz lan sering banget menang… Nek njupuk hadiah dirapel sebulan sekali hehehe..

    Jadi apa kita bayangkan anak menteri dari PKS kawin dg orang Kristen? Benar2 terbuka pikiran orang Masyumi dulu

  6. bhbhbh said: ooo…. ngono to ceritane, dadi mas totok kuwi kangmase sally sardjan, koncone henny nang group the singers.

    ….yes….bu titi qadarsih barang…..!mr mohamad sarjan nek ra salah menti pertanian dlm kabinet BH(burhan harahap) th 55……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s