journal / post

Ita Purnamasari, Tetap Jingkrak-Jingkrak, tapi Tak Guling-Guling


Nama Ita Purnamasari dan Yossy Lucky sempat melambung pada dekade 1990-an. Diam-diam, keduanya kini menyiapkan album baru untuk mengobati kerinduannya kepada penggemar musik rock Indonesia. Seperti apa?



Usia Ita Purnamasari kini menginjak 42 tahun. Walau begitu, semangat istri musikus Dwiki Darmawan itu untuk berkarya tak jua kendur.




Walau absen dari dapur rekaman sejak 2002, penyanyi yang memopulerkan lagu Penari Ular karya Arthur Kaunang itu kembali merilis album baru bertajuk Kembali, Yang Terbaik pada Juli lalu. Sekarang wanita yang pernah menyabet gelar Penyanyi Rock Wanita Terbaik dari BASF Award pada 1990 itu sedang mencoba keliling Jawa untuk promo di radio.




”Video clip segera nongol di TV. Yah, beginilah, sekarang untuk muncul di televisi mesti ngantri dulu. Maklum, banyak band baru,” ujar Ita dengan logat Jawa Suroboyoan yang masih kental.




Pemilik nama lengkap Ita Diah Permatasari itu kini menggandeng Zaki, vokalis grup band rock Kapten, sebagai partner duet di salah satu lagu dalam labum barunya, Cuma Kamu. Penyanyi dengan suara tinggi mezzo sopran itu mengatakan, itulah salah satu bentuk adaptasinya dengan belantika musik tanah air saat ini.




”Dia (Zaki, Red) semoga bisa menjadi senjata dan menjembatani saya dengan para penggemar musik yang berusia muda,” terang Ita yang mengaku mulai mencicipi gegap-gempita panggung besar bersama grup band Rasio pada Festival Musik Rock se-Indonesia di Stadion Tambaksari Surabaya.




Banyak adaptasi yang dilakukan Ibunda M. Fernanda Darmawan, 12, itu saat usianya tak lagi muda, terutama untuk membuat julukan lady rocker tetap melekat kepadanya. ”Dandanan khas Ita dulu juga tetap saya lestarikan. Kalau manggung, saya masih memakai jaket jins, rok mini, dan legging (stocking hitam, Red) kok,” ujarnya.




Ita kini juga tampil lebih kalem. ”Jingkrak-jingkak kan harus, sebagai ciri khas penyanyi rock. Walaupun sudah tak bisa guling-guling lagi kayak dulu,” ujar penyanyi yang pernah populer dengan lagu hits berjudul Cintaku Padamu karya Younky Soewarno dan Maryati itu.




Dalam pengerjaan album barunya, Ita juga mengaku banyak menahan diri. Sebab, Cuma Kamu, menurut dia, beat-nya sedikit lambat. ”Agak mellow dan mendayu-dayu. Sebab, itu yang banyak digandrungi masyarakat saat ini. Beberapa kali saya diingatkan agar tak terlalu ngotot dan mengeluarkan power saat take (pengambilan, Red) vokal oleh pengarah vokal. Tapi, sulit Mas menghilangkan kebiasaan ngerock itu,” terang penyanyi yang kini bernaung di bawah label Target Top itu.




Satu obsesi yang kini sedang dicoba dia raih adalah konser tunggal. Rencananya, hal itu digelar pada Februari tahun depan. ”Selain nunggu lagu baruku agar banyak dikenal orang, kini Mas Dwiki mengurus sponsor pertunjukan itu,” katanya.




Sementara itu, pelantun tembang Emen Yossy Lucky juga tengah berusaha mempertahankan ”gelar”-nya sebagai lady rocker dengan menggarap album baru. Itu lakukan Yossy setelah vakum dari dunia rekaman sejak 2002. Tetapi, penyanyi yang kini berjilbab itu memilih untuk menggarap proyek idealis album bernuansa religi.




”Suami saya yang menjadi produsernya. Sebab, kini sulit sekali untuk deal dengan para pelaku industri musik,” terang Yossy ditemui di rumahnya di daerah Margahayu, Bandung.




Ibu Sulthan Ramdani, 10, dan Salman Ramdani, 7, itu kini bertekad untuk rajin latihan lagi. Itu dilakukan untuk mengantisipasi jika albumnya meledak di pasaran dan tawaran manggung berdatangan kembali. ”Tapi, ya begitulah penyakit m alias malas selalu datang. Tapi, tiba-tiba semangat lagi jika saya merasa kangen dengan dunia panggung,” ujar pemilik nama asli Yossy Sarah Lucky itu, lantas terkekeh.




Selain itu, menurut dia, latihan akan menjadi kompensasi dari aktivitasnya di dunia entertainment yang drop. ”Saya sekarang jarang banget manggung. Terakhir saat tampil di acara Zona 80, Metro TV Agustus lalu. Begitu turun panggung, suami saya bilang suara Yossy jelek. Itu yang membuat saya termotivasi untuk latihan kembali,” ujar pengagum duo Roxxete itu.




Yossy yang mengaku masih gemar pergi ke kafe mengungkapkan bahwa albumnya yang segera diluncurkan ke pasar pada 2010 nanti sarat misi. Selain sebagai ajang pembuktiannya sebagai lady rocker yang masih memiliki taji, Yossy ingin menunjukkan bahwa penjualan proyek idealisme tak selalu seret di pasaran




Sumber : Jawa Pos, Surya

17 thoughts on “Ita Purnamasari, Tetap Jingkrak-Jingkrak, tapi Tak Guling-Guling

  1. ungguls said: penasaran apakah ia msh asik ketika membawakan lagu penari ular …

    semalam ketemu mbak Ita yang lagi nungguin mas dwiki di ngayogjazz …
    masih cantik … ketawa ketika diingatkan soal lagu "swalayan", album FATIMAH atau waktu solo piano dg lagu Dont Stop Me Now di Tambaksari … kami sempat nostalgia soal GALARAMA (Dewa Bujana juga ikutan)

  2. ungguls said: penasaran apakah ia msh asik ketika membawakan lagu penari ular …

    ternyata pengalaman Bujana tampil pertama kali itu malah ngiringin penyanyi dangdut legendaris dari Galarama: Ida Sanjaya

  3. obleg said: semalam ketemu mbak Ita yang lagi nungguin mas dwiki di ngayogjazz …masih cantik … ketawa ketika diingatkan soal lagu "swalayan", album FATIMAH atau waktu solo piano dg lagu Dont Stop Me Now di Tambaksari … kami sempat nostalgia soal GALARAMA (Dewa Bujana juga ikutan)

    Wah, Swalayan itu lagu Ita favorit gue… sayang banget gak masuk CD the best of nya yang terakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s