journal / post / ucok harahap

Ucok AKA, Berjuang Melawan Tumor Ganas Paru Kondisi Kritis, Bertemu Anak Lagi setelah 29 Tahun





Para pencinta musik rock tanah air era 1970-an pasti tahu grup AKA. Gaya vokalisnya yang bernama Ucok Harahap begitu eksentrik.



DI ATAS panggung, dia bisa beraksi bak orang kesetanan. Dicambuki algojo sampai mengisap darah kelinci hidup pernah dia lakukan.

Penampilan garang pria kelahiran Surabaya, 29 Mei 1940, itu sekarang cukup jadi kenangan. Ucok saat ini tengah terbaring sakit. Tubuhnya tergolek di kamar paviliun RS Darmo Surabaya mulai Jumat pagi (20/11).

Pria yang pernah membentuk grup Duo Kribo dengan Ahmad Albar itu terkena tumor ganas paru yang sudah menyebar. Kondisinya kritis. Dalam sejam, dia bisa beberapa kali mengalami anfal. Slang oksigen terus membantu pernapasannya. Sesekali memang dilepas, tapi tidak bisa lama.

Di sisi Ucok, seorang perempuan bernama RA Sri Hartini setia mendampingi. Perempuan berusia 63 tahun itu merupakan istri kesembilan Ucok yang dinikahi pada 14 Mei lalu. Meski masih tergolong pengantin baru, Hartini begitu telaten merawat pria yang punya nama asli Andalas Datoe Oloan Harahap tersebut.

Di ruangan ber-AC itu, Hartini yang berprofesi sebagai notaris tersebut tak henti mengipasi Ucok dengan lembar koran. ”Bapak nggak suka panas,” katanya saat ditemui kemarin.

Dengan suara pelan, Hartini lantas bercerita. Kali pertama penyakit Ucok terdeteksi pada 24 Agustus lalu. Saat itu, atas keinginan pribadi, Hartini membawa sang suami untuk checkup di Laboratorium Pramita. ”Ada banyak keluhan yang dirasakan. Memang, dari hasil foto, bisa dibaca ada sesuatu di paru-paru kanan bapak,” ujarnya.



Hari itu juga mereka langsung ke RS Darmo. Dokter yang memeriksa mendiagnosis adanya tumor ganas. Meski ada cara pengobatan kemoterapi atau operasi, tidak ada jaminan penyakit tersebut akan hilang. Karena itu, keluarga memutuskan menggunakan pengobatan metode paliatif. Beberapa hari Ucok dirawat di sana. Lalu, keluarga memutuskan membawa pulang.

Beberapa kali keadaannya membaik, namun tak jarang juga makin buruk. Misalnya, awal September lalu, Ucok harus balik ke RS karena tenggorokannya begitu susah menelan. Batuknya pun makin parah. ”Kalau sudah begitu, opname ke RS. Tapi, kalau membaik, ya pulang lagi,” cerita Hartini.

Di tengah wawancara, Ucok yang masih bisa berbicara sepatah-dua patah kata dengan suara seolah sedang berbisik itu lalu menunjuk bagian bawah perutnya. ”Ooh, sebentar ya, ini mau pipis. Ayo keluar dulu,” kata Hartini lantas membantu Ucok.

Gaya hidup Ucok sebetulnya jauh dari obat-obatan terlarang dan alkohol. Namun, dia memang penggila berat rokok. Menurut Hartini, sehari Ucok bisa habis empat bungkus rokok. Bahkan, saking senangnya, setelah tahu parunya terkena tumor ganas, Ucok masih berusaha mencuri-curi waktu untuk menyedot rokok.

”Sejak dari lab itu, saya memang tidak mau menyembunyikan penyakit ini. Saya mau bapak tahu sejak awal. Tujuannya, agar dia juga mau berjuang untuk sembuh. Tapi, namanya orang suka, kadang beliau masih suka beli rokok. Pas ketahuan, dia bilang, ‘Nggak tak sedot. Ini cuma ditempel di mulut’,” ungkap Hartini. ”Baru benar-benar tidak menyentuh rokok pada awal September itu,” imbuhnya.



Tamu-tamu terus berdatangan


membesuk. Mulai sepupu dari Kediri sampai adik ipar. Namun, ada yang paling istimewa kemarin. Ucok dijenguk dua anaknya hasil pernikahan dengan mantan bintang film Yasmin Yuniarti Farida. Mereka adalah Sutan Kharisma, 33, dan Sutra Kharmelia, 32. Karena perpisahan orang tuanya, mereka sudah hampir 29 tahun tidak bersua ayahnya itu.

Dalam kondisi saat ini, Ucok masih menyimpan cinta mendalam kepada anak-anaknya tersebut. Misalnya, Sutra yang berprofesi sebagai presenter di Global TV itu bercerita bahwa dirinya sama sekali tidak punya bakat menyanyi, meski punya ayah legenda musik.

Beberapa kerabat lantas menggoda dengan berujar, ”Ayo Bang, cepat sembuh. Biar bisa pukul Lia (panggilan Sutra). Masak anak rocker nggak bisa nyanyi?”

Mendengar itu Ucok merespons dengan menggerakkan tangan kanannya tanda tak memperbolehkan itu terjadi. ”Iyalah, Abang sayang sama Lia. Nggak boleh dia dipukul.”

Sutra menyatakan, dirinya senang bisa bertemu Ucok. ”Kami nggak pernah ketemu. Tapi, kami tahu papa ada di mana dan papa pasti tahu kami ada di mana,” ujarnya.

Hanya, memang tidak bisa dimungkiri. Waktu yang terlalu lama memisahkan membuat hubungan ayah dan anak itu tidak terlalu hangat. ”Saya sudah lupa bagaimana rasanya punya ayah. Saya datang ke sini sebelumnya cuma mau nemenin adik,” kata Sutan. ”Tapi ya setelah ketemu, pasti ada rasa getir juga melihat papa dalam keadaan seperti itu,” ungkap pria satu anak itu.

Tiba pukul 12.00, Sutan dan Sutra hanya berada di sana beberapa jam. Pukul 15.30, mereka pamit untuk langsung terbang ke Jakarta. ”Mohon doanya ya. Semoga papa lekas sembuh,” kata Hartini kepada dua anak tirinya tersebut. ”Iya, tante juga harus banyak makan, biar bisa jaga papa,” jawab Sutra

Sumber: Jawa Pos, Harian Surya

18 thoughts on “Ucok AKA, Berjuang Melawan Tumor Ganas Paru Kondisi Kritis, Bertemu Anak Lagi setelah 29 Tahun

  1. hengkicitra01 said: Jadi ingat Badai Bulan Desember yang membuat AKA dan Ucok ngetop. Cepet waras yo Cok.

    Duuuuuh……saya jadi sedih banget. Soalnya saya fans berat. Ketika saya meninggalkan Indonesia tahun 1986, waktu itu masih dalam bentuk cassette ya, saya bawa semuanya koleksi musik dari Bung Ucok Harahap. Sampai sekarang masih saya wanti2, koleksi tsb semuanya masih terjaga dengan baik.

    Doa saya mengiringi selalu. Terima kasih banyak telah berbagi di MP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s