journal / post / titi dj

TITI Menyanyi Diana







Kompas -Minggu, 21 Februari 2010

Frans Sartono

Titi DJ lewat album â?Titi to Dianaâ? membawakan lagu-lagu yang pernah dipopulerkan Diana Nasution pada akhir era 1970-an, seperti â?Benci tapi Rinduâ? dan â?Jangan Biarkanâ?. Ia meletakkan lagu lawas itu pada era rock saat ini.

Mari kita tengok pentas musik pop Indonesia tahun 1978-1979 ketika Titi Dwijayati masih ABG imut yang belum genap berusia 14 tahun. Pada sekitar September 1979, Diana Nasution tengah berjaya dengan â?Jangan Biarkanâ? gubahan Hanny Tuheteru. Pada tangga lagu di radio, lagu itu bersaing ketat dengan lagu â?Untuk Sebuah Namaâ? dari Ebiet G Ade. Ada pula â?Kerinduanâ? dari The New Rollies yang dibawakan vokal Delly.

Diana juga kondang dengan lagu â?Benci tapi Rinduâ?, â?Aku Tak Tahan Lagiâ?, dan â?Hapuslah Sudahâ?, yang semuanya gubahan Rinto Harahap. Diana dan Rinto saat itu sedang produktif. Diana yang sebelumnya berduet dengan kakaknya, Rita Nasution, dalam Nasution Sisters itu tampil solo dan dikenal dengan suara melengking-lengking tinggi.

Rinto yang sebelumnya pemetik bas dan vokalis The Mercyâs itu sukses sebagai penulis lagu dan produser dari label Lolypop. Label itu, antara lain, membawahi Diana Nasution, Eddie Silitonga, sampai Rita Butar Butar. Kepada tiga penyanyi itu, Rinto memberi lagu-lagu yang memerlukan jangkauan nada tinggi. Rupanya lagu-lagu semacam itu disukai publik.

Pada lanskap musik pop Indonesia menjelang akhir era 1970-an, lagu-lagu Rinto berikut penyanyi seperti Diana Nasution dan kawan-kawan itu merupakan kutub rasa dan selera tersendiri. Kutub yang lain adalah lagu-lagu dari Chrisye yang musiknya digarap Yockie Suryoprayogo, termasuk dari album Sabda Alam. Musik Yockie, Chrisye, dan juga Keenan Nasution serta Purnama Sultan boleh dibilang membawa pembaruan rasa di belantika musik pop saat itu.

Gejala pembaruan itu sudah terasa sejak zaman album Badai Pasti Berlalu yang melibatkan Yockie, Chrisye, dan Erros Djarot. Pembaruan diterima terbukti dengan populernya â?Lilin-Lilin Kecilâ? karya James F Sundah plus lagu-lagu yang lahir dari Lomba Cipta Lagu Remaja yang digelar Radio Prambors.


Akal dan kreativitas

Kutub Diana Nasution itulah yang kini ditarik kembali oleh Titi DJ (43) lewat album Titi to Diana keluaran Trinity Optima Production. Ini pekerjaan yang perlu akal dan kreativitas. Pasalnya, Titi tidak sedang berada pada era akhir 1970-an. Titi cukup cerdik. Pertama, ia menyodorkan lagu-lagu Diana dengan kemasan musik saat ini, di mana rock telah merasuk ke mana-mana.

Titi pun melibatkan gitar rock yang kasar-kasar distortif. â?Saya pingin ada sentuhan pop rock dengan raungan gitar,â? kata Titi. Untuk memberi kesan lembut dan elegan, Titi juga melibatkan sentuhan orkes gesek dari Andi Rianto.

Kedua, Titi berusaha keluar dari bayang-bayang Diana dengan gaya vokal yang melengking-lengking tinggi itu. Titi yang bersuara mezzo sopran itu tidak memaksa diri bernyanyi seperti Diana yang bersuara sopran. Kalau, toh, dipaksakan, Titi akan ngeden dan terengah-engah di tengah lagu. Untuk itu, Titi menurunkan nada dasar hingga dua tingkat lebih rendah dari yang digunakan Diana.

Akibat penurunan nada dasar itu, karakter lagu yang menjerit dan merintih dalam lengking-lengking suara gaya Diana tidak terasa dalam vokal Titi, misalnya pada â?Benci tapi Rinduâ? dan â?Jangan Biarkanâ?. Namun, Titi termasuk penghayat yang baik untuk lagu-lagu Diana. Ia juga cukup cermat dalam mengintepretasikan lagu sehingga tanpa harus melengking-lengking, nuansa merintih-rintih tetap terasa di suara Titi. â?Untuk merintih, kan, tidak harus dengan nada tinggi, he-he-he…,â? kata Titi.

Dalam versi Titi, â?Benci tapi Rinduâ? dan â?Jangan Biarkanâ? juga menjadi terkesan kehilangan daya, power. Untuk mengakalinya, Titi memasukkan gitar rock yang distortif, meraung-raung yang cukup membantu memberi kesan penuh tenaga seperti gaya nyanyi Diana. Ia melibatkan Ovy, gitaris band /rif yang juga suami Titi.

â?Di studio, saya dilingkupi suasana nostalgia. Suara Kak Diana terngiang-ngiang di kepala saya,â? kata Titi mengakui kuatnya pengaruh Diana Nasution terhadapnya.

Titi tampak telah berusaha keras untuk keluar dari bayang-bayang Diana. Ia mereaktualisasi lagu-lagu Diana untuk generasi pendengar hari ini yang berjarak masa sekitar 30 tahun dari masa jaya â?Benci Tapi Rindu.â?

25 thoughts on “TITI Menyanyi Diana

  1. amaltiagunawan said: trembelane ki dirasani ahhahahaaku bar ngantemi gentho prapatan je, leptope tak saut tak playokke wekekkeke

    rak tenan!! wonge teko hahahahahahahahhaa..Hajindul kowe le, wis ra ngurus laptop ah..mengko digebuki, mati kaya bojone bendahara PSSI lho? ehehehhehe

  2. jazzterday said: tak pikir dayana ross atow ledi dayana…eeeehhhh jebuleee dayana nasution:))))))

    udah beli wie akhirnya? bagus gak? Katanya sih aransemen nya bagus, cuma koq belum cukup yakin gue buat beli cd nya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s