jimmy hendrix.rock / journal / post

ALBUM BARU Mendengar Jimi Hendrix Lagi



Jumat, 5 Maret 2010 | 05:29 WIB

Budiarto Shambazy

Peringatan 40 tahun kematian Jimi Hendrix tahun ini ditandai dengan berbagai cara. Pekan depan album baru gitaris terbaik dalam sejarah itu, Valleys of Neptune, akan dirilis. Sejumlah artis akan melancarkan tur untuk mengenang karya-karya dia dan video game �Rock Band� pun segera dipasarkan.

Album baru tersebut, Valleys,
berisikan unreleased tracks
yang direkam tahun 1969 atau setahun sebelum Hendrix menemui ajalnya, 18 September 1970. Itulah tahun transisional bagi Hendrix karena tahun 1968 ia merilis album studio terakhirnya, Electric Ladyland
, yang mendongkraknya menjadi bintang rock dunia.

Pada tahun 1968 itu, terutama setelah tampil di Woodstock, Hendrix merasa pergerakan musikalnya dibatasi oleh band yang dia dirikannya sendiri, The Jimi Hendrix Experience. Ia menjadi gitaris merangkap vokalis dengan Noel Redding sebagai pemain bas dan Mitch Mitchell pada drum. Ia ingin bermain dengan musisi-musisi lain untuk mengeksplorasi musik baru.

Apalagi, ia membangun studio rekaman baru yang ia namai Electric Ladyland. �Rekaman sangat penting baginya,� kata John McDermott dari Experience Hendrix, yang menyiapkan Valleys kepada The New York Times. �Setelah punya uang berkat sukses komersial, ia membangun studio,� lanjut McDermott.

Electric Ladyland belum sempat selesai seratus persen ketika Hendrix tutup usia. Oleh sebab itu, sebagian nomor di album Valleys direkam di dua studio lain di New York, Amerika Serikat, dan London, Inggris. Pada tiga lagu Valleys yang bermain bas adalah Billy Cox, yang digantikan Redding. Dua nomor, �Crying Blue Rain� dan �Mr Bad Luck�, dipoles ulang oleh Mitchell dan Redding tahun 1987.

Nomor �Valleys of Neptune�, yang dijadikan sebagai judul album, merupakan campuran dari versi rekaman gitar dan suara Hendrix tahun 1969, dengan versi live yang direkam setahun kemudian. �Kami berhasil menggabungkan kedua versi sampai menjadi sempurna,� ujar teknisi top, Eddie Kramer, yang selalu membantu Hendrix. �Saya tahu persis dia pasti senang mendengarkan versi final ini,� lanjut Kramer.

Sepanjang kariernya, Hendrix merilis hanya tiga album, Are You Experienced, Axis: Bold As Love, dan Ladyland. Terdapat juga sejumlah nomor pada tiga album ini yang dimasukkan ke Valleys dalam versi yang lain, seperti �Stone Free�. �Ini bukan album terakhir Hendrix, juga bukan lagu-lagu yang baru saja kami temukan. Namun, ini adalah rekaman yang serius, bukan diambil dari demo-demo yang lalu dipoles ulang,� tegas McDermott.

Malahan, menurut adik Hendrix yang mengurus bisnis kakaknya, Janie Hendrix, masih banyak warisan lagu dan dokumenter yang sama sekali belum disentuh yang butuh waktu untuk dirilis sebagai album atau DVD. Janie Hendrix kini sedang menyiapkan album dan DVD konser kakaknya di Miami Pop Festival dan juga DVD konser di Royal Albert Hall, London.

Janie Hendrix mengatakan, keseluruhan katalog baru itu jika dikerjakan dan dirilis, tidak akan habis-habisnya dalam sepuluh tahun ke depan. Padahal, rentang karier komersial Hendrix terhitung pendek, yakni empat tahun saja. Ini pertanda bahwa sebagai musisi Hendrix selalu resah alias tidak puas. Dan, justru di tengah keresahan itulah ia menjadi ringkih serta mudah terjebak rayuan narkoba.

Generasi rock klasik

Tahun 2003 majalah Rolling Stone dan Total Guitar menobatkan Hendrix sebagai Gitaris Terbaik Sepanjang Masa. Rolling Stone mendasarkan pilihan atas selera redaksi, sementara Total Guitar berdasarkan jajak pendapat. Empat tahun sebelumnya redaksi majalah musik bergengsi lainnya, Mojo, sudah melakukannya.

Ini pertanda kesepakatan universal atas Hendrix, yang berasal dari AS, memang layak menyandang gelar terbaik. Ia dikenal dengan aksi panggung dan raungan elektrik gitar Fender Stratocaster yang tak jarang dimainkan dengan gigi-giginya. Bahkan, sesekali ia menyuguhkan aksi seperti sedang berhubungan seksual dengan gitarnya atau membakari instrumen itu.

Tidak heran Hendrix yang terpilih karena ia mewakili generasi gitaris rock klasik yang tumbuh subur tahun 1960-an. Ciri utama rock klasik memang menempatkan gitar sebagai pemeran utama baik sebagai instrumen maupun sebagai �vokalis�. Gitaris-gitaris masa itu sangat terpengaruh musik blues Amerika alias �gospel politik� yang diciptakan musisi-musisi Delta Blues atau Chicago Blues pada awal abad ke-20.

Pengaruh penting lainnya adalah musik rock ’n roll ala Elvis Presley. Dan, tentu saja mereka punya referensi gitaris- gitaris kulit hitam seperti BB King, Bo Diddley, Howlin’ Wolf, atau gitaris �pemuja setan�, Sonny Boy Williamson. Di awal dekade 1960, mereka menjadi role model bagi remaja seperti Hendrix, Pete Townshend, Jimmy Page, Eric Clapton, Keith Richards, atau Jeff Beck.

Jangan dilupakan pula generasi sebelum Hendrix yang ikut menularkan gitar rock seperti Chuck Berry, Muddy Waters, Hank Marvin dari The Shadows, Chet Atkins, Wes Montgomery, atau Elmore James. Meski sebagian besar tak menikmati pendidikan musik secara resmi, generasi Hendrix termasuk kategori otodidak.

Kebetulan sejarah lainnya, generasi Hendrix mendapat peluang �magang� untuk mengasah diri, baik melalui karier solo sebagai gitaris yang membantu rekaman artis lain di studio dan membentuk �band gitar� seperti Blues Incorporated, John Mayall’s Bluesbreakers (yang antara lain menghasilkan Clapton, Peter Green, dan Mick Taylor) atau The Yardbirds.

Secara khusus, Rolling Stone meminta gitaris The Who, Pete Townshend, menulis tentang Hendrix. Menurut Townshend, �Hendrix membuat gitar elektrik menjadi indah.� Dia mengaku sempat saling memegang tangan dengan Clapton sebagai tanda kagum ketika mereka menyaksikan konser Hendrix.

Dan, seperti Townshend, Hendrix tergolong penghancur dan pembakar gitar di panggung. �Jangan menilai Jimi Hendrix sebagai gitaris studio semata, ia amat istimewa pada saat manggung. Ia mencampur blues dengan musik modern secara brilian dan dengan suara keras, ditambah visualisasi yang tak bisa dinikmati dengan hanya mendengarkan rekaman dia saja,� tulis Townshend di Rolling Stone.

5 thoughts on “ALBUM BARU Mendengar Jimi Hendrix Lagi

  1. beginilah kalau album difile dengan benar, jadi warisan material untuk ahli waris di kemudian hari. dikita ? jarang yang urus file dengan benar sehingga album yang dibuat dengan pengorbanan hanya jadi ampas :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s