bubi chen / jazz / journal / post

Jelang Kremasi Jenazah Maestro Jazz Indonesia Bubi Chen Bukan Konser, Hanya Penghargaan pada Bubi atas Jasanya

Dengan dekorasi yang serba ungu, musik jazz

terdengar syahdu di ruang

persemayaman Bubi Chen

yang terakhir. Satu per

satu pelayat yang datang

memberikan penghormatan

kepadanya dengan

caranya masing-masing.

SIERRA Soetedjo, penyanyi

jazz muda, datang bersama

jazzer senior, Paulina

Nainggolan. Mengenakan

mini dress hitam berkerah,

ia menghampiri peti jenazah

Bubi Chen. Dengan lirih,

ia menyanyi di sisi jasad

Bubi, âThe very thought of

you makes my heart sing,

âlike an April âbreeze on the

wings of spring, and you appear

in all your splendor, my

one and only.â?

âItu kata-kata dalam

lagu Body and Soul kesukaan

Om Bubi,â? kata Sierra.

Dengan terus meneteskan

air mata, ia berucap,

sejatinya ia belum siap kehilangan

Bubi. âSebab beliaulah

orang yang membuat

saya dikenal seperti

saat ini,â? akunya.

Usai menyanyi lirih di sisi

jasad Bubi, ia ditarik

oleh para musisi jazz yang

hadir untuk menyanyi. Seperti

yang ia bisikkan di jasad

Bubi, ia menembangkan

lagu Body and Soul.

Pertemuan pertama Sierra

dengan Bubi terjadi ketika

bermula dari âJimbaran

Jazz Semarang 2010â. Sejak

itulah, Sierra selalu diajak

Bubi main jazz bersamanya.

âBaru tahun 2011

lalu, saya main di Festival

Java Jazz di Jakarta. Saya

diajak beliau. Padahal, saya

yang bukan apa-apa. Sekarang

saya dilihat orang

berkat dia,â? katanya.

Sierra mengatakan, ia

masih akan berkolaborasi

dengan Bubi pada 4 Maret

mendatang di ajang Java

Jazz 2012 di Jakarta. âKita

sudah ada rencana latihan.

Tapi sayang, Om Bubi meninggalkan

saya dulu. Kita

tidak bisa tampil bareng

lagi,â? ucapnya.

Usai Sierra, Benny Kartono,

Paulina Nainggolan

pun tidak mau ketinggalan.

Paulina memilih lagu berjudul

The Days of Wine and Roses.

Sejak bertemu Bubi pada

tahun 1979, ia bisa mencintai

musik jazz hingga saat ini.

âLuar biasa Om Bubi, jazz itu

Om Bubi,â? ujarnya.

Ada pula Rita Noya dan

Thya Anhar, musisi muda

Surabaya bersama Bagus

pada pianis, Yuril pada bass,

Ari Ibanez pada gitar. Sedangkan,

dua putra Bubi,

Jelang Kremasi Jenazah Maestro Jazz Indonesia Bubi Chen (2-Selesai)

Bukan Konser, Hanya Penghargaan pada Bubi atas Jasanya

layouter: pujawati

Howie dan Benny Chen berkolaborasi

memainkan

drum. Dengan nada tinggi,

Rita Noya dan Thya Anhar

menyanyikan Moonglow,

Autumn Leaves, dan Route

66. âSelama kita masih menyanyi

jazz, kita masih bersama

Om Bubi,â? ucap Rita.

Bersama musisi jazz lainnya,

Yohanes Gondo memainkan

piano, Natanael

pada gitar, Widodo pada

bass, dan Nono pada drum.

Suasana persemayaman

kental dengan jazz. âIni bukan

konser karena tidak boleh

ada konser di samping

orang meninggal. Ini hanya

untuk penghargaan pada

Papa sebelum Rabu (22/2) di

Eka Praya,â? tandas Howie

<i> Sumber: Jawa Pos </i>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s