journal / post / rock

Musik Rock di Indonesia Tahun 70 an (III)

REPUBLIKA.CO.ID,Tak bisa dipungkiri lagi, band rock yang besar di tahun 70 an biasanya dikenal karena seringnya tampil di sejumlah pertunjukan. Belum adanya media hiburan seperti sekarang ini, membuat setiap pertunjukan band apapun, akan diserbu oleh masyarakat yang saat itu haus akan hiburan. Di Jakarta, beberapa tempat yang digunakan untuk tempat pertunjukan beragam mulai dengan kapasitas kecil hingga besar.

Biasanya tempat yang sering digunakan untuk menggelar pertunjukan band dengan skala kecil adalah Theater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Taman Ria Monas, Gelangang Remaja Bulungan. Sedangkan untuk pertunjukan dengan skala besar adalah Istora Senayan dan Stadion Utama Senayan (untuk pertunjukan sekelas band internasional Deep Purple yang digelar pada 4 dan 5 Desember 1975).

Di Bandung, pertunjukan band biasanya digelar di Gelora Saparua, Lapangan Tegallega dan Gedung Merdeka. Sementara Medan memiliki Stadion Teladan, Wisma Ria ataupun Taman Ria. Kota kecil Solo ternyata juga tak mau kalah. Stadion Manahan seringkali digunakan untuk menggelar pertunjukan band rock. Ke sebelah utara Solo yaitu Semarang, ternyata penikmat musik rock juga tak mau kalah. Beberapa band asal Semarang saat itu sudah mulai dikenal karena rajin tampil di beberapa pertunjukan. Ada tiga band yang saat itu dikenal oleh publik. Mereka adalah Mama Clan’s, Dragon, dan Fanny’s. Yang menarik nama Mama Clan’s, juga dikenal di Bandung dan Jakarta. Sewaktu manggung di Taman Ria Monas tanggal 20 Oktober 1973, publik Jakarta tersentak dengan penampilan apik mereka.

Bicara musik rock tak akan jauh dari dua kota di Jawa Timur yaitu Surabaya dan Malang. Beberapa band yang sering tampil di panggung musik rock di dua kota tersebut, ternyata menyedot perhatian beberapa kota lainnya di Indonesia. Band yang dikenal di Surabaya diantaranya adalah AKA dengan vokalisnya yang terkenal kontroversial, Ucok Harahap. AKA juga mengusung aksi-aksi panggung yang tidak lazim dipertunjukan ketika itu. Sedangkan Malang, beberapa band yang sering manggung biasanya berasal dari perusahaan-perusahaan atau lembaga pemerintahan. Band yang saat itu dikenal oleh publik di Kota Malang adalah Irama Abadi, Bentoel,Opet, Zodiak, dan Swita Irama.

Saat tampil di panggung, band-band tersebut jarang membawakan karya sendiri seperti sekarang. Mereka cukup bangga jika musik yang mereka mainkan sedikit mirip dengan band aslinya. Rata-rata lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu dari band rock internasional. Sebut saja

Deep Purple, Jefferson Airplane, Ten Years After, Moody Blues, Camel, Rainbow, Nazareth, Rush, Gentle Giant, Black Sabbath, King Ping Meh, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Yes, King Crimson, Iron Butterfly, Rainbow, Judas Priest, Uriah Heep, Man Fred Man Earth Band, Rick Wakeman, Johny Winter,Edger Winter, Blood Sweat & Tears, Chicago, ELP, Santana, Tower of Power,Jetro Thull, Rolling Stones, STYX,Jimmy Hendrix. Tak heran, mereka biasanya meniru para penampilan musisi-musisi tersebut. Dan biasanya, ini berpengaruh ketika mereka membuat lagu atau mengaransemen lagu ketika mereka terjun ke dunia rekaman.

Artikel ini ditulis MH Alfie Syahrine dari Komunitas Pecinta Musik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s